TEKNOLOGI

Rabu, 22 Mei 2019 | 16:16 WIB

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial

Pemerintah Batasi Akses Media Sosial
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menyatakan pemerintah membatasi akses media sosial untuk sementara sebagai tindak lanjut kerusuhan yang terjadi di Jakarta.

Menurut dia, pembatasan tersebut sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sekaligus mencegah beredarnya konten ujaran kebencian dan hoaks.

Undang-undang ITE (informasi dan transaksi elektronik) intinya ada dua. Pertama, meningkatkan literasi kemampuan, kapasitas, kapabilitas, masyarakat akan digital. Kedua, manajemen dari konten termasuk melakukan pembatasan, kata Rudiantara kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Pembatasan tersebut dilakukan terhadap beberapa media sosial, khususnya yang berkaitan dengan proses unggah-unduh konten yang bisa memicu suasana keruh.

"Fitur dalam media sosial dan messaging system yang viralnya cepat, yang secara emosional itu bisa langsung pada diri kita, yaitu foto dan video," ujarnya.

Sejumlah laporan pengguna menyebut, media sosial Instagram yang populer dengan konten foto dan video sulit diakses. Layanan pesan instan WhatsApp juga mengalami keterlambatan, khususnya untuk mengirim gambar dan video, bahkan tidak dapat diakses. Warganet juga menyatakan kesulitan mengakses platform Facebook.

BERITA TERKAIT
Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Melek Internet
Mercedes-Benz Indonesia Punya Bos Baru
Seni Merakit Perabot dari Uang Koin
Evolusi dari Suara Komputer (Computer Speech)
(Dengan Mesin Lebih Tangguh) Toyota Luncurkan New Hilux Single Cabin Diesel
Seperti Ini Game Remnant: From the Ashes
Tiket Pameran Modifikasi IMX 2019 Dijual Online

kembali ke atas