EKONOMI

Kamis, 23 Mei 2019 | 02:09 WIB

Layak Operasi, AP I Buka Extra Flight di YIA

Layak Operasi, AP I Buka Extra Flight di YIA
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero/AP I) menetapkan penerbangan tambahan saat mudik 2019 di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) dan Bandara Adisutjipto.

Direktur Utama AP I, Faik Fahmi mengatakan, meski Bandara Yogyakarta belum bisa beroperasi 100%, penerbangan tambahan (extra flight) diarahkan ke bandara tersebut. Walaupun belum 100 persen sudah mulai dimanfaatkan penambahan kapasitas di Yogyakarta, kata Faik dalam acara buka bersama awak media di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Tetapi, lanjut Faik, untuk sisi udara, YIA sudah bisa beroperasi 100%. Dalam hal ini, Bandara Yogyakarta baru ini, sudah sangat layak beroperasi. Baik dari sisi keamanan, kenyaman serta layanannya. "Progress YIA memang baru 52%, akhir tahun kemungkinan sudah 100%. Namun demikian, bandara ini sudah laik operasi," ungkapnya.

Walhasil, lanjut Faik, sejumlah maskapai penerbangan domestik siap mengudara melalui bandara ini. Semisal, Citilink mengudara perdana melalui YIA mulai 6 Mei 2019. Disusul Batik Air pada 29 Mei 2019. Dan diikuti AirAsia untuk penerbangan internasional.

Sementara itu, Faik mengatakan untuk penerbangan tambahan pukul 18.00 hingga 06.00 pagi tetap di Bandara Adisutjipto karena malam hari di YIA masih dilakukan penyelesaian konstruksi. Pengajuan penerbangan tambahan pada Lebaran 2019, yaitu sudah mencapai 1.628 penerbangan atau lebih rendah dari tahun lalu, yakni 5.245 penerbangan

Direktur Operasi AP I, Wendo Asrul Rose menjelaskan bahwa penurunan pergerakan pesawat juga disebabkan beroperasinya tol Trans Jawa. Yang menjadi bisa menjadi wahana alternatif bagi pemudik. Adanya moda lain, dengan beroperasinya jalan tol terutama untuk tujuan Surabaya dan Yogyakarta, katanya. [tar]

#AngkasaPura #BandaraYogyakarta #YIA
BERITA TERKAIT
Mampukah Menhub Budi Turunkan Tiket Pesawat 50%?
Modal Rp990 M, APBN Siap Naikkan Daya Saing IPTEK
Adu Cepat Proyek KA Trase Jabar dan KA Cepat China
Dampak Gelembung Gas YYA-1, Pertamina Bungkam
Tahun Ini, Investasi Kulon Progo 'Nendang' Tinggi
Proyek RDMP Kerek Produksi Kilang Balikpapan 38%
(Oleh-oleh Kamil dari Inggris) Tahun Depan, Jabar Sulap Sampah Jadi Biodiesel

kembali ke atas