TEKNOLOGI

Kamis, 23 Mei 2019 | 07:07 WIB

Kutu Busuk Sudah Ada di Bumi Sejak Era Dinosaurus

Kutu Busuk Sudah Ada di Bumi Sejak Era Dinosaurus
(ist)

INILAHCOM, Bergen - Dalam jurnal terbaru yang terbit di Current Biology, dijelaskan bahwa kutu busuk sudah menjadi parasit sejak 115 juta tahun lalu atau pada era dinosaurus.

Mengutip Live Science, para ilmuwan telah menghabiskan 15 tahun untuk menyusun garis keturunan kutu busuk. Mereka mengumpulkan kutu busuk liar dari seluruh dunia dan koleksi museum, kemudian mempelajari spesimennya.

Para ilmuwan itu kemudian membandingkan DNA kutu busuk modern untuk melihat bagaimana spesies berbeda menyimpang di masa lalu dan bagaimana spesies baru muncul untuk mengganggu manusia dan inang potensial lainnya.

"Kami terkejut saat mengetahui kutu busuk ternyata jauh lebih tua dibanding kelelawar yang sering dianggap sebagai inang pertama mereka," ujar Steffen Roth, pemimpin studi dari University Museum of Bergen di Norwegia, dalam sebuah pernyataan.

Roth dan rekannya menemukan kutu busuk pernah menjajah kelelawar selama 50 juta tahun.

Dijelaskan oleh Roth, kutu busuk purba hanya bisa menjadi parasit untuk satu spesies inang. Namun, belum jelas inang apa itu.

Jika kutu busuk sudah ada di era dinosaurus, mungkinkah T. rex dan brontosaurus pernah terusik dengan kehadiran mereka?

Menurut para ilmuwan, kutu busuk tidak mungkin mengganggu dinosaurus seperti T. rex atau brontosaurus. Ini karena mereka lebih menyukai mengganggu hewan yang punya rumah, seperti sarang burung, sarang kelelawar, atau kasur raja.

Sementara sebagian besar dinosaurus hidup dengan cara berburu dan nomaden, mereka selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Selain menemukan bahwa kutu busuk purba sudah tinggal sejak era dinosaurus, para ilmuwan juga menemukan kutu busuk modern yang suka bersembunyi di kasur kita sudah hidup jauh sebelum Homo sapiens.

Fakta ini sekaligus membantah teori yang mengungkap bahwa hama kuno ini berevolusi menjadi spesies modern hanya untuk mengisap darah manusia.

Para ilmuwan tersebut kini ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana hama purba ini mengembangkan sifat-sifat yang diperlukan untuk menyedot darah sejak ratusan juta tahun lalu dan semoga saja hasilnya nanti bisa membantu manusia menemukan cara untuk mengendalikan kutu busuk.

#kutu #kutubusuk #ilmuwan #Norwegia #dinosaurus
BERITA TERKAIT
Perubahan Iklim Turunkan Kemampuan Tanah Serap Air
Penemuan Terbaru Ungkap Sebab Punahnya Dinosaurus
Belut Listrik Amazon Mampu Gelontorkan 860 Volt
Mengapa Tangan T-Rex Berukuran Kecil?
Tira, Zebra Polkadot Langka di Kenya
Huawei Luncurkan Jam Tangan Pintar Watch GT 2
Layanan Kaspersky Ini Bisa Deteksi Gamer Curang

kembali ke atas