TEKNOLOGI

Kamis, 23 Mei 2019 | 08:08 WIB

Pengganti Android, Huawei Siapkan Hongmeng

Pengganti Android, Huawei Siapkan Hongmeng
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Perang dagang antara AS dan China membawa Huawei masuk ke dalam daftar hitam pemerintahan Presiden Donald Trump. Hal tersebut bisa membuat Huawei berpotensi kehilangan lisensi sistem operasi Android, yang notabene adalah buatan Google, raksasa teknologi asal AS.

Untuk mengantisipasinya, vendor smartphone asal China itu kabarnya tengah mempersiapkan sistem operasi yang dibuat secara mandiri bernama Hongmeng.

Menurut salah seorang sumber terdekat, sistem operasi ini sudah dikembangkan oleh Huawei sejak 2012 lalu. Sumber tersebut juga menduga bahwa Huawei sebenarnya telah menggunakan sistem operasi ini di dalam produk smartphone mereka secara diam-diam.

Kendati demikian, sumber itu tidak mengonfirmasi apakah nama Hongmeng akan menjadi nama resmi sistem operasi buatan Huawei atau hanya berupa nama kode. Hingga kini pun, Huawei masih tutup mulut terkait kabar tersebut.

Pada Maret lalu, CEO Huawei Consumer Business Group Richard Yu mengatakan bahwa Huawei memang tengah mengembangkan sebuah sistem operasi mereka sendiri untuk mengantisipasi dampak buruk atas perang dagang antara AS dan China.

Prediksi Yu itu kemudian terbukti ketika beberapa waktu lalu Pemerintah AS melarang Huawei membeli komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS tanpa persetujuan Washington.

Jika Huawei ingin membeli komponen tertentu dari perusahaan AS, Huawei harus mengajukan izin kepada Pemerintah AS untuk membeli komponen tersebut.

Dampaknya, Huawei berpotensi kehilangan lisensi sistem operasi Android yang dibuat oleh Google.

Meski demikian, Huawei masih memiliki kesempatan untuk menggunakan sistem operasi Android meski telah kehilangan lisensi. Pasalnya, Android merupakan sistem operasi terbuka atau open-source yang berbasis komunitas.

Hanya saja, aplikasi buatan Google lain, seperti Gmail, Chrome, dan Play Store, tidak akan dapat digunakan di smartphone Android milik Huawei karena layanan tersebut memerlukan perjanjian komersial dengan Google.

#Huawei #China #AS #konflik #Hongmeng #Android
BERITA TERKAIT
BYD Sudah Kirim 50.000 Bus Listrik Secara Global
Pendapatan Huawei di Q3 2019 Meningkat 24%
Android 11 Tak Lagi Pakai Nama Kudapan Manis?
Maksimalkan Gaya Hidup Sehat dengan Watch GT 2
Wahana Antariksa China Tumbuhkan Kapas di Bulan
Huawei Indonesia Hadirkan Warna Baru untuk P30 Pro
Huawei Band 4 Resmi Hadir di Indonesia

kembali ke atas