TEKNOLOGI

Kamis, 23 Mei 2019 | 11:11 WIB

Korsel Siap Beralih dari Windows 7 ke Linux

Korsel Siap Beralih dari Windows 7 ke Linux
(ist)

INILAHCOM, Seoul - Microsoft akan menghentikan dukungan keamanan terhadap Windows 7 pada 14 Januari 2020. Menanggapi hal tersebut, Korea Selatan memutuskan untuk mengganti sistem operasi di komputer-komputer milik instansi pemerintahan dari Windows 7 ke Linux.

Mengutip The Inquirer, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan mengatakan bahwa peralihan sistem operasi itu antara lain dilatarbelakangi faktor harga.

Microsoft sebenarnya masih bersedia memberikan update keamanan Windows 7 untuk kalangan enterprise setelah 14 Januari tahun depan, tapi ada biaya tambahan yang dikenakan sebesar US$25 per tahun untuk setiap komputer.

Biaya itu pun hanya berlaku setahun ke depan, atau hingga 14 Januari 2021. Setelahn itu, Microsoft akan berangsur menaikkan biaya menjadi US$50 per komputer dalam peridoe 2021-2022, lalu naik jadi US$100 per komputer di 2022-2023.

Daripada membayar biaya tambahan yang makin lama makin tinggi itu, Pemerintah Korea Selatan tampaknya lebih memilih beralih ke Linux.

Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan mengatakan, biaya peralihan dari Windows 7 ke Linux plus pembelian perangkat komputer baru untuk instansi-instansi pemerintahan, diperkirakan mencapai 780 miliar won atau sekitar Rp9,5 triliun.

Selain soal biaya, pertimbangan lain pemerintah Negeri Ginseng itu beralih dari Windows 7 ke Linux adalah keinginan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sistem operasi, dalam hal ini adalah Windows.

#Microsoft #Windows7 #Linux #KoreaSelatan
BERITA TERKAIT
Apple Luncurkan Layanan iCloud untuk Windows
Microsoft Umumkan Sistem Gaming Terbaru
Microsoft Rilis Produk Deodoran Xbox
Layanan Cloud Microsoft dan Oracle Digabungkan
Project Scarlet, Konsol Xbox Anyar Microsoft
Game Cyberpunk 2077 Hadirkan Aktor Keanu Reeves
(Buntut Permasalahan Huawei) China Peringatkan Microsoft Hingga Samsung

kembali ke atas