PASAR MODAL

Kamis, 23 Mei 2019 | 13:47 WIB

Duta Pertiwi Harap Pasar Properti Bergairah Lagi

M Fadil Djailani
Duta Pertiwi Harap Pasar Properti Bergairah Lagi
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan fokus berekspansi untuk menangkap potensi membaiknya industri properti pada tahun ini.

Direktur Utama DUTI, Teky Mailoa mengatakan bahwa industri properti berpotensi tumbuh lebih baik pada tahun ini. Hal ini, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang baik dam daya beli masyarakat yang mulai pulih.

"Kami akan terus berekspansi pada tahun ini untuk menjaga capaian positif kinerja keuangan yang diraih pada tahun 2018," kata Teky usai RUPST DUTI di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Pada 2018 DUTI berhasil membukukan laba bersih sebesar 70,27% menjadi Rp911,49 miliar. Hal ini sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 29,50% menjadi Rp2,23 triliun.

Teky menuturkan bahwa kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan usaha yang naik 29,50% menjadi Rp2,23 triliun pada tahun 2018 dibandingkan Rp1,72 triliun pada tahun 2017.

"Kenaikan pendapatan usaha ini ditopang oleh peningkatan penjualan tanah, rumah tinggal dan ruko serta pendapatan sewa," katanya.

Sementara itu sepanjang kuartal I 2019 pendapatan DUTI tercatat Rp515,03 miliar dengan laba bersih yang sudah di kantongi sebesar Rp239,76 miliar. Perseroan pun optimistis target marketing sales senilai Rp1,7 triliun dapat tercapai pada tahun ini.

"Kita optimis ditengah kondisi pasar yang kurang baik, kita tetap bisa mencatatkan kinerja yang positif," kata Teky.

PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) didirikan tanggal 29 Desember 1972 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1981.

Induk usaha dari Duta Pertiwi Tbk adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (memiliki 88,56% saham DUTI). Sedangkan induk usaha terakhir dari Duta Pertiwi Tbk adalah Sinarmas Land Limited, yang berkedudukan di Singapura. Saham publik hanya 11,4%.

Kegiatan bisnis DUTI meliputi usaha konstruksi dan pembangunan real estat serta perdagangan umum.

Lokasi dan proyek real estatnya DUTI meliputi Jakarta dan sekitarnya (ITC Superblock Mangga Dua, ITC Superblock Cempaka Mas, ITC Superblock Roxy Mas, ITC Superblock Permata Hijau, ITC Fatmawati, ITC Depok, ITC Kuningan Ambasador, Duri Pulo (vacant land), Lenteng Agung (vacant land), Sinar Mas Land Plaza Tower 2 & 3 Thamrin, Le Grandeur Hotel Mangga Dua, Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, Legenda Wisata Cibubur.

Selain itu Kota Bunga Bogor, Taman Permata Buanan, Banjar Wijaya Tangerang, Jatiasih (vacant land) dan Cibubur (vacant land)), Surabaya (Mangga Dua Center Jagir, ITC Surabaya, Benewo Industrial Estate (vacant land) dan Tanjung Sari (vacant land)) dan Balikpapan (Le Grandeur Hotel).

Saat ini saham DUTI di Rp5.600 per saham. [hid]

#DUTI #DutaPertiwi #PasarProperti
BERITA TERKAIT
Tahun 2018, Pendapatan DPNS Naik 28,83 Persen
IHSG Berakhir Turun 0,4% ke 6.288,46
Harga Rights Isue Rp221, GOLD Raup Rp212,75 M
(Melongok Kantor Bos Tram) Dulu Jiwasraya Beli Saham TRAM Rp1.300 Kini Rp121
Jiwasraya Akhirnya Beri Isyarat Ingin Bayar Klaim
Ini Syarat dari China Bila AS Ingin Berdamai
Beli Saham TRAM, Salah Satu Pemicu Kasus Jiwasraya

kembali ke atas