EKONOMI

Kamis, 23 Mei 2019 | 16:19 WIB

Kemendes PDTT Dorong Kesejahteraan Penjahit

Kemendes PDTT Dorong Kesejahteraan Penjahit
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) bekerjasama dengan salah satu start-up terbaik di Indonesia yakni Jahitin.com meningkatkan kesejahteraan para penjahit di Daerah Tertinggal.

Jahitin adalah platform yang membantu mentransformasi kehidupan para penjahit melalui akses pasar yang lebih mudah dan peningkatan pendidikan keterampilan. Salah satu kegiatan yang dimiliki Jahitin adalah jahitin academy dimana para penjahit mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas skill dan kompetensi baik online maupun offline.

"Upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak biasa. Salah satunya dengan mendekatkan teknologi ke daerah-daerah tertinggal melalui inovasi dan teknologi. Lebih dari 60 startup digital bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, keterampilan, investasi dan pariwisata telah menjalin kerja sama dengan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengembangkan literasi dan praktik digital di Daerah Tertinggal. Salah satunya dengan jahitin.com ini," kata Dirjen PDT Kemendes PDTT Samsul Widodo, kemarin.

Menurutnya, persoalan para penjahit di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait kualitas dan kurangnya sarana untuk pengembangan kapasitas, namun juga banyak pengrajin tenun dan penjahit yang kurang sejahtera. Para pengrajin memproduksi tenun dengan modal Rp250.000 dan dijual dengan harga yang sama.

"Para penjahit tidak tahu cara menentukan harga, biaya, keuntungan dan kurang memahami cara mengatur keuangan baik individu maupun usaha sehingga apa yang dikerjakan selama ini cenderung stagnan dan tidak ada perkembangan," katanya.

Oleh karena itu, sebagai pilot project kerjasama dengan Jahitin.com dilakukan di Kabupaten Kupang dan Kab.Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Jahitin akan memberikan pelatihan kepada perserta yang berprofesi sebagai penjahit atau penenun dengan materi pelatihannya tentang inovasi pemanfaatan limbah tenun sebagai peluang wirausaha dan pelatihan manajemen keuangan sederhana.

"Harapan dari diadakannya pelatihan jahitin academy ini nantinya para penjahit bisa menghasilkan karya yang berkualitas dan sesuai dengan selera pasar sehingga bisa berdaya saing dan dapat membantu kehidupan perekonomian keluarga menjadi lebih baik," katanya.

Sementara itu, CEO jahitin.com Asri Wijayanti menyampaikan bahwa jahitin.com menghubungkan penjahit rumahan dengan pelanggan yang membutuhkan jasa membikin busana. Cara kerjanya pun sederhana. Pelanggan mengisi data pesanan yang memuat kolom identitas, ukuran baju, dan model yang diinginkan. Konsumen juga bisa mengunggah foto model baju. Jika sudah pas, konsumen mengirim kain ke alamat penjahit yang sudah dipilih. Pembayaran bisa dilakukan di muka atau setelah pesanan rampung.

Menurutnya, jahitin.com menjadi wadah, sekaligus jembatan yang akan memudahkan penjahit-penjahit menemukan klien milenial mereka lewatwebsiteatau aplikasi. Selama ini yang diketahui banyak orang adalah ketika akan bikin baju di penjahit, harusfitting terlebih dahulu secara langsung.

Kini calon pelanggan dengan mudah tinggal akses Jahitin.com, kemudian mengisi data pemesanan yang terdiri dari identitas, ukuran baju, serta model yang diinginkan. Setelah itu, konsumen akan mengirimkan bahan kain yang akan digunakan membuat baju ke alamat penjahit. Jahitin.com mampu meningkatkan kesejahteraan para penjahit hingga 200 persen," katanya. [*]

#Kemendes
BERITA TERKAIT
GDP Naik, Dorong Reformulasi Program Transmigrasi
Menteri Eko Minta Rekomendasi Kebijakan SDM Unggul
Kemendes Godok Perubahan Tatib Musyawarah Desa
Desa di Jambi Didorong Gunakan Energi Alternatif
Cukai Rokok 2020 Naik, Jangan Harap Setoran Nambah
Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA
Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik

kembali ke atas