PASAR MODAL

Kamis, 23 Mei 2019 | 18:40 WIB

China Sebut AS Tak Serius dalam Perundingan Dagang

Wahid Ma'ruf
China Sebut AS Tak Serius dalam Perundingan Dagang
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Beijing - Kementerian Perdagangan China mengatakan AS tidak berusaha memenuhi persyaratan untuk bisa memulai negosiasi dengan Beijing dalam sengketa perdagangan kedua negara.

Jika AS ingin terus bernegosiasi, dengan tulus, mereka harus menyesuaikan tindakannya yang salah. Hanya dengan demikian pembicaraan dapat berlanjut, kata juru bicara Kementerian Perdagangan Gao Feng, Kamis dalam bahasa Mandarin, sepertri mengutip cnbc.com.

Dia tidak menyebutkan tindakan AS apa pun secara khusus, tetapi sudah beberapa minggu yang tegang antara dua ekonomi terbesar di dunia. Presiden Donald Trump secara tak terduga mengumumkan awal bulan ini bahwa tarif barang-barang China senilai US$200 miliar akan meningkat menjadi 25% dari 10% pada 10 Mei.

Dalam dua pekan terakhir AS memasukan perusahaan telekomunikasi China, Huawei, ke dalam daftar hitam yang mencegahnya dari membeli dari perusahaan Amerika tanpa izin pemerintah AS.

Google mengatakan hari Minggu bahwa pihaknya akan memutuskan hubungan dengan Huawei untuk memenuhi pesanan. Tetapi setelah AS sementara meringankan beberapa pembatasan perdagangan untuk perusahaan telekomunikasi dan telepon pintar, Google mengatakan Selasa pihaknya berencana untuk bekerja dengan Huawei selama 90 hari ke depan.

"AS tindakan keras terhadap perusahaan-perusahaan China tidak hanya secara serius merusak kerja sama komersial normal antara kedua negara, tetapi juga membentuk ancaman besar bagi keamanan rantai industri dan pasokan global," kata Gao. Tiongkok menentang keras hal ini. Kami akan memonitor perkembangan dan melakukan persiapan yang memadai.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada Ylan Mui di CNBC pada hari Rabu bahwa perjalanan ke Beijing belum direncanakan. Trump mengatakan dia berencana untuk bertemu Presiden Cina Xi Jinping pada akhir Juni di pertemuan G-20 di Jepang.

Ketika ditanya pada hari Kamis apakah Xi akan bertemu Trump saat itu, Gao merujuk wartawan ke Kementerian Luar Negeri.

Hampir tiga perempat responden pada survei bersama oleh Kamar Dagang Amerika di Shanghai dan Beijing mengatakan putaran terakhir tarif AS dan tarif tandingan yang direncanakan dari Tiongkok berdampak negatif terhadap bisnis mereka. Beberapa responden juga mencatat peningkatan pengawasan oleh otoritas bea cukai dan tantangan birokrasi lainnya.

Gao mengatakan pada hari Kamis bahwa semua perusahaan asing di Cina akan dilindungi oleh pemerintah Cina. Mengenai masalah yang diangkat oleh beberapa perusahaan asing, ia mengatakan bahwa Tiongkok sedang berupaya untuk mengatasinya dan meningkatkan lingkungan bisnis.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Wall Street Berpotensi Bergerak Terbatas
Bursa Saham Asia Berakhir Positif
IHSG Berakhir di 6.339,26 Usai Naik 1,3 Persen
Bursa Saham Eropa Berpotensi Variatif
Fitch Sebut Ekonomi Asia Tertekan Perang Tarif
IHSG Berani Naik 0,8% ke 6.313,79 di Awal Sesi
Apakah Jabatan Powell Aman di Fed?

kembali ke atas