NASIONAL

Jumat, 24 Mei 2019 | 02:11 WIB

Polisi Akan Panggil Pemilik Ambulans Berisi Batu

Happy Karundeng
Polisi Akan Panggil Pemilik Ambulans Berisi Batu
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pihak kepolisian akan memanggil PT. Arsari Pratama selaku pemilik mobil ambulans bermuatan batu saat aksi di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan memanggil perwakilan PT sebagai saksi guna penyelidikan lebih lanjut

"Nanti kita panggil PT-nya sebagai saksi," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/5/2019).

Hanya saja, Argo belum dapat memastikan jadwal pemanggilan tersebut. Dirinya menyebut ada tenggang waktu tiga hari untuk melakukan pemanggilan.

"Penyidik akan mengagendakan, memanggil itu ada tenggang waktu, minimal tiga hari," ungkap Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap lima orang terkait temuan ambulans berlogo Partai Gerindra saat kerusuhan 22 Mei di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Mobil bermuatan batu tersebut dikirim dari Tasikmalaya atas perintah ketua DPC Partai Gerindra untuk keperluan aksi demonstrasi di Gedung Bawaslu.

Kelima orang yang ditangkap terkait temuan itu ialah Yayan Hendrayana alias Yayan, Obby Nugraha alias Obby, Iskandar Hamid, Syamrosa dan Surya Gemara Cibro.

Untuk diketahui, ambulans itu berangkat dari Tasikmalaya, Selasa (21/5) pukul 20.00 WIB. Saat itu, mobil dikemudikan tersangka Yandi, sementara tersangka Iskandar Hamid dan Obby Nugraha menjadi penumpang.

"Bertiga menggunakan mobil ambulans berangkat ke Jakarta karena ada instruksi sesuai keterangan tersangka diperintahkan untuk berangkat ke Jakarta," jelasnya.

Setibanya di Jakarta, tepat di kawasan HOS Tjokroaminoto, dua orang asal Riau menumpang di ambulans. Keduanya ialah Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro.

"Setelah kami cek ternyata simpatisan, dia bukan pengurus tapi simpatisan," katanya.

Pukul 04.00 WIB, mereka langsung bergegas menuju gedung Bawaslu untuk menghampiri massa aksi. Namun, ada saksi yang melihat massa aksi yang mengambil batu di mobil tersebut.

"Sekitar jam 04.00 WIB terjadi lemparan-lemparan antara petugas dengan pengunjuk rasa. Ada lemparan-lemparan kemudian ada saksi yang melihat batu diambil dari mobil tersebut. Kemudian tim menyisir dan menemukan mobil itu dan dibawa ke Polda," singkat Argo.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 55, 56, 170, 212, dan 210 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. [ton]

#Aksi22Mei
BERITA TERKAIT
32 Orang Hilang, Polri Persilakan Lapor
Usai Mabes, Amnesty Internasional Temui Kapolda
(Bongkar Kerusuhan 22 Mei) Amnesty Internasional Apresiasi Investigasi Polri
Polri: Penembak Aksi 22 Mei Bersenjata Glock 42
Bahas MPR, 4 Sekjen Koalisi Jokowi Akan Bertemu
Pansel KPK Banyak Dapat Masukan dari Timses Calon
104 Capim KPK yang Lolos Akan Ikuti Tes Psikologi

kembali ke atas