EKONOMI

Jumat, 24 Mei 2019 | 00:30 WIB

Awas, Data Ibu Kandung Buat Bobol Rekening Bank

Awas, Data Ibu Kandung Buat Bobol Rekening Bank
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat tidak membagikan data pribadi kepada orang tidak dikenal. Karena bisa disalahgunakan untuk kepentingan perbankan.

"Jangan bagikan data pribadi, seperti nama ibu dan lainnya," kata Kepala OJK Kepulauan Riau, Iwan M Ridwan kepada wartawan di Batam, Kepri, Kamis (23/5/2019).

Nama ibu, termasuk autentifikasi krusial dalam data perbankan, yang rentan disalahgunakan untuk membobol rekening seseorang.

Saat ini, banyak upaya penipuan menggunakan modus aplikasi belanja online, yang meminta data nama ibu pelanggan. "Jangan diisi, berbahaya," kata dia mengingatkan.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya membagikan data tersebut kepada orang tidak dikenal.

Masyarakat, baru memahami tidak membagikan nomor pin rahasia kartu ATM kepada orang lain. Padahal, tidak hanya itu yang harus menjadi rahasia.

Selain nama ibu, tiga digit terakhir pada nomor dalam kartu kredit juga tidak boleh dibagikan kepada sembarang orang. "Dan jangan membagikan foto data pribadi, misalnya KTP, kepada orang lain melalui 'whatsapp'. Itu juga jangan," kata dia.

Data-data dalam KTP yang terbaca dalam foto juga dapat digunakan untuk hal negatif, termasuk pada perbankan. Ia menyatakan, sudah terdapat banyak kasus yang membuat rugi nasabah, akibat membagikan data pribadi kepada orang lain. "Sudah banyak kejadian," kata dia. [tar]

#OJK #PembobolRekening #Perbankan
BERITA TERKAIT
Alasan Ekonomi Global, OJK Sunat Target Kredit
Jurus OJK Cegah Fintech Nakal Bobol Data Pribadi
OJK Ingin Ada Aturan Lindungi Data Pribadi
Temuan BPK Soal OJK Boros, DPR Panggil Wimboh Cs
Bongkar BLBI, KPK Jangan Macet di Sjamsul Nursalim
Menhub Ingin Proyek Pelabuhan Marunda Tetap Jalan
Selama Libur Lebaran Pemakaian Solar Turun 27%

kembali ke atas