MOZAIK

Sabtu, 25 Mei 2019 | 16:00 WIB

Penyimpangan Yahudi: Sembah Anak Allah dan Sapi

Penyimpangan Yahudi: Sembah Anak Allah dan Sapi
(Foto: Ilustrasi)

ORANG-orang yahudi secara konsep dasar sebenarnya mereka memang umat yang beriman kepada rukun iman kita, yaitu kepada Allah, para malaikat, para nabi, berbagai kitab suci dan seterusnya. Namun apa yang dikatakan dalam tataran konsep seringkali mereka langgar dalam tataran amal nyata. Jadi kalau dibilang adakah kesamaan aqidah yahudi dengan aqidah Islam, sebenarnya ada kesamaannya secara konsep dasar, namun dalam kenyataannya banyak penyimpangan yang mereka lakukan sendiri.

B. Penyimpangan

Namun juga harus diterima bahwa orang-orang Yahudi juga melakukan penyimpangan aqidah yang mereka terjebak di dalamnya. Setidakya ada dua ayat yang secara tegas menjelaskan hal itu. Dari rukun iman di atas, meski banyak kesamaan namun yahudi jelas punya beberapa penyimpangan. Misalnya ketika kita sama-sama percaya kepada wujudnya Allah, orang-orang yahudi bedanya menjadikan menyembah anak tuhan dan anak sapi.

1. Syirik Kepada Allah

a. Menjadikan Nabi Uzair Sebagai Anak Allah dan Menyembahnya. Orang-orang Yahudi ini menjadikan salah seorang nabi dari Bani Israil sebagai anak Allah yang mereka sembah. Dan itu sebuah cacat aqidah yang fatal dan parah. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah". (QS. At-Taubah : 30)

b. Menyembah Patung Anak Sapi. Orang-orang Yahudi juga pernah membuat patung emas yang berwujud anak sapi lalu mereka sembah layaknya tuhan. Ini pun cacat aqidah yang fatal dalam agama mereka. Setidaknya merupakan cacat sejarah yang pernah mereka lakukan.

"Dan kaum Musa membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Araf : 148) "Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa"." (QS. Thaha: 88)

[baca lanjutan]

BERITA TERKAIT
Syair : Adil dan Jeli
Karya yang Lebih Panjang dari Usia
Awas! Nikah Beda Agama tanpa Batasan Syariat
Kebiasaan Berandai-Andai yang Ternyata Dosa
Jika Sampai Dewasa Belum Akikah...
Akikahi Anak Angkat Tanpa Persetujuan Orangtuanya
Anak Hasil Zina Tak Peroleh Warisan!

kembali ke atas