PASAR MODAL

Senin, 27 Mei 2019 | 12:55 WIB

BEI Hentikan Sementara Transaksi Saham BTEL

Wahid Ma'ruf
BEI Hentikan Sementara Transaksi Saham BTEL
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas bursa saham menghentikan sementara perdagangan efek PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai sesi II perdagangan hari ini, hingga pengumuman lebih lanjut.

BEI menjelaskan pihaknya dapat menghentikan sementara perdagangan saham BTEL jika laporan keuangan auditan perseroan memperoleh opini disclaimer sebanyak dua kali berturut-turut. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (27/5/2019).

Hal ini seiring dengan opini tidak memberikan pendapat atau disclaimer selama dua tahun berturut-turut yaitu periose 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017 untuk laporan keuangan BTEL.

PT Bakrie Telecom Tbk (dahulu PT Radio Telepon Indonesia) (BTEL) didirikan 13 Agustus 1993 dan mulai melakukan kegiatan komersialnya pada 01 Nopember 1995.

BTEL tergabung dalam kelompok usaha Bakrie. Adapun pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bakrie Telecom Tbk, yaitu: PT Huawei Tech Investment (PT Huawei Tech Indonesia) (16,83%), PT Mahindo Agung Sentosa (13,60%), PT Bakrie Global Ventura (7,18%), Raiffeisen Bank International s/a Best Quality Global Limited (6,02%) dan Credit Suisse AG SG BR S/A Bright Ventures Pte Ltd (PUT OPT) 2023334040 (5,38%).

Kegiatan bisnis BTEL meliputi; merencanakan, membangun dan menyewakan sarana/fasilitas telekomunikasi, melaksanakan kegiatan pemasaran dan penjualan jaringan dan/atau jasa telekomunikasi, melakukan pemeliharaan, penelitian dan pengembangan sarana/fasilitas telekomunikasi, serta memperdagangkan perangkat/produk telekomunikasi. Merek dagang yang dimiliki BTEL adalah ESIA.

#SuspensiSaham #BTEL #BEI #BakrieTelecom
BERITA TERKAIT
Ramah Mahasiswa, BEI Terima Kunjungan UBSI
Duit IPO Rp350 M, Bali United Ingin Permak Stadion
Begini Penjelasan BEI Soal Delisting Saham SIAP
PBSA Tebar Dividen Rp13 Per Lembar Saham
Tahun Ini, POLA Ingin Pertumbuhan Aset 50,8%
(Catatan Sepekan IHSG) Pasca Libur Lebaran, Pasar Merespon Positif
Kerugian SAFE Susut 54% Tersisa Rp1,8 Miliar

kembali ke atas