PASAR MODAL

Senin, 27 Mei 2019 | 16:03 WIB

Pemilu Topang Bursa Saham Eropa

Wahid Ma'ruf
Pemilu Topang Bursa Saham Eropa

INILAHCOM, London - Bursa saham Eropa memulai sesi Senin (27/5/2019) di wilayah positif. Alasannya, karena pemilihan Parlemen Uni Eropa menunjukkan partai-partai Eurofile masih berkinerja cukup baik meskipun ada peningkatan dukungan untuk nasionalis.

Indeks acuan Eropa, STOXX 600 sekitar 0,5% lebih tinggi segera setelah bel pembukaan, dengan semua sektor dan bursa utama diperdagangkan lebih tinggi. Pasar di Inggris ditutup pada hari Senin karena hari libur umum, seperti mengutip cnbc.com.

Investor Eropa sebagian besar akan fokus pada hasil pemilihan parlemen Uni Eropa. Hasil awal menunjukkan penampilan yang kuat untuk partai-partai Liberal dan Hijau. Sementara kelompok-kelompok Eropa di Inggris dan Perancis memegang keuntungan yang mereka lihat pada tahun 2014.

Namun, partai-partai pro-UE diperkirakan akan menjadi mayoritas Parlemen, dengan memegang sekitar dua pertiga kursi. Tetapi partai-partai populis sayap kanan baik di Inggris dan Prancis membuat keuntungan yang kuat, dengan Brexit Party, Nigel Farage dengan nyaman mengalahkan dua partai utama Inggris dan Rally Nasional Kelautan Le Pen mengalahkan partai sentris Presiden Emmanuel Macron secara sempit.

Euro kehilangan beberapa kekuatan terhadap dolar pada Senin pagi, diperdagangkan di bawah $ 1,12 dan memangkas kenaikan sebelumnya.

Melihat saham individu, Fiat Chrysler melonjak ke puncak benchmark Eropa setelah pembuat mobil mengkonfirmasi telah mengajukan proposal untuk merger dengan rival Prancis Renault. Dalam siaran pers, Fiat Chrysler mengatakan organisasi gabungan itu akan menghasilkan estimasi penjualan 8,7 juta kendaraan per tahun dan akan dianggap sebagai produsen mobil terbesar ketiga di dunia.

Saham Fiat Chrysler dan Renault naik hampir 16%, membantu mengangkat sektor otomotif Eropa sebesar 3,4%.

Di tempat lain, ketegangan perdagangan terus menjadi titik fokus bagi investor. Miliarder pendiri raksasa telekomunikasi China Huawei, Ren Zhengfei, mengatakan kepada Bloomberg pada hari Minggu bahwa meskipun perang perdagangan Beijing yang memanas dengan AS. Dia akan menentang setiap pembalasan Cina terhadap saingan utama Apple.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump pada hari Senin memberikan tekanan pada Jepang untuk memiliki neraca perdagangan antara kedua negara "diluruskan dengan cepat." Trump telah mengancam untuk memukul pembuat mobil negara itu dengan tarif tinggi.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Ini Tujuan Fed Pangkas Suku Bunga Acuan
Harga Minyak Turun Seiring Sanksi Iran dari AS
Harga Emas Berjangka Turun Tanggapi Sikap Fed
Bursa Saham AS Bermain Aman
Fed Kehilangan Kendali atas Suku Bunga Acuan?
Demi Periode Kedua, Trump Disarankan Abaikan China
Bursa Saham AS Cari Indikasi Kebijakan Baru Fed

kembali ke atas