EKONOMI

Minggu, 02 Juni 2019 | 16:04 WIB

Pamakaian Biosolar untuk Kereta Api Naik 30 Persen

Indra Hendriana
Pamakaian Biosolar untuk Kereta Api Naik 30 Persen
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kebutuhan bahan bakar biosolar untuk moda transportasi kereta api di lokasi pengisian utama lokomotif Daerah Operasional (DAOP) 1 Jatinegara, Jakarta Timur meningkat sebesar 30%, dari 90 Kiloliter menjadi 115 Kiloliter per harinya.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami mengatakan, peningkatan permintaan tersebut seiring dengan peningkatan pelayanan di Dipo Lokomotif Jatinegara selama arus mudik karena penambahan jadwal kereta api, yakni dari 55 menjadi 70 lokomotif per hari.

Peningkatan permintaan biosolar bersubsidi ini tidak berpengaruh banyak pada kuota, karena sudah masuk dalam perhitungan dalam kuota tahunan.

"Selama masa arus mudik hingga arus balik, tim Satuan Tugas dari Pertamina MOR III selalu siaga di Dipo Lokomotif wilayah Jawa Bagian Barat selama 7 x 24 jam, untuk melayani kebutuhan bahan bakar moda transportasi kereta api. Kami terus berupaya agar ketahanan biosolar untuk moda transportasi kereta api rute jarak jauh terjaga," kata Sri dalam keterangan resmi, Minggu (2/6/2019).

Dewi menambahkan, selama masa arus mudik hingga H+10 Lebaran, pihaknya juga telah menyiapkan tambahan mobil tangki untuk biosolar subsidi sebanyak 8 unit.

"Kesiapan stok bahan bakar serta sarana dan fasilitas selama masa Satgas Ramadhan & Idul Fitri ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk selalu siaga melayani masyarakat. Kami berharap para pemudik yang menggunakan jasa moda transportasi kereta api dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman," ujar dia.[jat]

#Biosolar
BERITA TERKAIT
TNI dan Polri Bantu Pertamina Atasi Minyak Tumpah
Anggaran Turun, Kinerja Pertanian Malah Melesat
Ekonomi Nyungsep, Politii PDIP Setuju Rizal Ramli
Paruh Pertama, PTPP Raih Kontrak Anyar Rp14,81 T
Demi Pemerataan Ekonomi, Kamil Rangkul Tokopedia
(Divestasi Saham Vale) Pemerintah Akan Bentuk Tim Lintas Kementerian
KBN: Investasi Pelabuhan Marunda Rp588 Miliar

kembali ke atas