EKONOMI

Minggu, 02 Juni 2019 | 15:50 WIB

Tiket Pesawat Mahal, PDIP: Menhub Tak Pro Rakyat

Tiket Pesawat Mahal, PDIP: Menhub Tak Pro Rakyat
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Masih soal mahalnya harga tiket pesawat terbang menjelang Lebaran 2019, anggota Komisi V DPR Rhendy A Lamadjido melontarkan kritik kerasnya kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Jelas ini menterinya (menteri perhubungan) tidak memiliki perasaan untuk melindungi rakyat. Padahal, sebagai menteri perhubungan, Pak Budi Karya itu wajib berposisi bersama rakyat. Bukan malah membela maskapai," papar Rhendi di Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Ditegaskan politisi PDI Perjuangan ini, kementerian perhubungan perlu membuka keran bisnis airlines seperti era 1999. Kala itu, peluang investasi di sektor airlines dibuka selebar-lebarnya. "Sehingga akan muncul maskapai penerbangan baru. Tidak seperi saat ini yang didominasi Garuda dan Lion saja," paparnya.

Saat ini, lanjut Rhendi, adanya monopoli bisnis sektor penerbangan, sulit dibantah. Akibatnya, tidak muncuk kompetisi usaha yang sehat. Ujung-ujungnya, konsumen dirugikan dengan mahalnya harga tiket pesawat terbang.

"Maka, semakin kompetitif bisnis penerbangan, tiket semakin terjangkau kantong rakyat. Tidak seperti sekarang, monopolinya kental sekali. Tiket semakin mudah dipermainkan," pungkas Rhendy. [tar]

#MenhubBudi #TiketPesawat #AngkasaPura
BERITA TERKAIT
Mampukah Menhub Budi Turunkan Tiket Pesawat 50%?
Tiket Pesawat Turun 50%, Terima Kasih Pak Jokowi
Kemenhub Akan Ikuti KPPU Soal Harga Tiket Pesawat
Progres YIA 65%, AP I Sanggupi Rampung Desember
Bos AP I Ingin Garap YIA Jadi Hub Internasional
Tiket Pesawat Akan Diskon Selasa, Kamis dan Sabtu
(Tiket Pesawat Selangit) BPS Catat Bandara di Palembang Sepi Penumpang

kembali ke atas