PASAR MODAL

Senin, 03 Juni 2019 | 00:15 WIB

Rugi PT Sinergi Internusa Turun Jadi Rp5,7 Miliar

Wahid Ma'ruf
Rugi PT Sinergi Internusa Turun Jadi Rp5,7 Miliar
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) memperkecil kerugian per 31 Maret 2019 menjadi Rp5,78 miliar dari periode yang sama tahun 2018 dengan rugi Rp7,6 miliar.

Sebab perseroan mampu mengumpulkan pendapatan menjadi Rp2,6 miliar dari Rp2,066 miliar. Dengan beban pokok pendapatan menjadi Rp4,4 miliar dari Rp4,3 miliar. Jadi rugi bruto menjadi Rp1,8 miliar dari Rp2,31 miliar.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu. Untuk beban penjualan menjadi Rp81,64 juta dari Rp76,65 juta. Sedangkan beban administrasi menjadi Rp2,4 miliar dari Rp4,7 miliar. Jadi rugi usaha berkurang menjadi Rp4,4 miliar dari Rp7,1 miliar.

Sedangkan penghasilan lain-lain menjadi Rp3,2 juta dari Rp2,33 juta. Untuk beban lain-lain menjadi Rp1,3 miliar dari Rp2,8 miliar. Sementara penghasilan lain-lain minus Rp1,3 miliar dari minus Rp282,06 juta.

Untuk rugi sebelum pajak menjadi Rp5,7 miliar dari Rp7,6 miliar. Jadi rugi bersih berkurang menjadi Rp5,7 miliar dari rugi Rp7,6 miliar karena perseroan tidak memilik beban pajak untuk periode ini.

Sementara total aset perseroan berkurang menjadi Rp815,45 miliar dari Rp820,28 miliar. Untuk total liabilitas menjadi Rp56,7 miliar dari Rp55,84 miliar. Sedangkan total ekuitas menjadi Rp758,66 miliar dari Rp764,44 miliar.

PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) didirikan pada tanggal 30 Mei 2014.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sinergi Megah Internusa Tbk, yaitu: Benny Tjokrosaputro, dengan persentase kepemilikan sebesar 83,93%. Saham publik sebesar 16,07%

Kegiatan bisnis PT NUSA adalah bergerak dalam bidang usaha pariwisata. Saat ini, kegiatan usaha NUSA meliputi usaha penyediaan akomodasi (dapat berupa Hotel Villa, Bumi Perkemahan) meliputi menyediakan pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan Pariwisata lainnya.

PT Megah Internusa Tbk memiliki dan mengoperasikan 1 buah hotel Boutique bertaraf Internasional dengan mengusung nama Lafayette Boutique Hotel. Saat ini jumlah kamar yang tersedia adalah sebanyak 77 kamar.

Pada tanggal 29 Juni 2018, NUSA memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham NUSA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.200.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp150 per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 400.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp160 per saham.

Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2018.

#NUSA #SinergiMegahInternusa #Kuartal12019
BERITA TERKAIT
Aturan Baru IMO Bisa Tekan Pasar Minyak Berjangka
Bursa Saham AS Berpotensi Positif
(Manfaat Jokowi-Prabowo Akur) PT Intiland Yakin Industri Properti Cerah Lagi
Inilah Pemicu Penguatan Bursa Saham Asia
(Tingkat Bunga Terendah Sepanjang Sejarah) PLN Terbitkan Global Bond Lagi Capai US$1,4 M
PT Bank Mayapada Lepas 6,6% Saham Baru
IHSG Berhasil Naik 0,7% ke 6.418,234

kembali ke atas