EKONOMI

Senin, 03 Juni 2019 | 05:09 WIB

Pembangunan Infrastruktur Jokowi Banjir Pujian

Indra Hendriana
Pembangunan Infrastruktur Jokowi Banjir Pujian
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan infrastruktur di era Joko Widodo mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Semakin membuka koneksi antar daerah di Indonesia.

Demikian disampaikan pengamat infrastruktur, Shadik Wahono, Jakarta, Sabtu (2/6/2019). Kata dia, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo akan membuat Indonesia sebagai negara yang terus tumbuh dalam hal infrastruktur.

Shadik mengaku, pembangunan yang sudah baik ini akan menjadi masif bila memperhatikan beberapa hal ke depannya. Pertama terkait kepercayaan investor. "Kepastian hukum, kontrak kerjasama, serta jaminan stabilitas keamanan yang diberikan pemerintah kepada para investor menjadi kunci kesuksesan pembangunan infrastruktur, jelasnya.

Pasalnya, di sinilah para investor akan merasa sangat terjamin ketika melakukan investasi di Indonesia. Kedua terkait efisiensi operasional, dalam hal ini pemerintah bisa melibatkan SDM lokal untuk menekan operational expenditure(opex). "Serapan tenaga lokal juga berfungsi untuk jangka panjang. Kelak mereka juga yang ikut serta menjaga infrastruktur tersebut," lanjutnya.

Ketiga, terkait teknik konstruksi, Shadik mengakui, pembangunan ke depan bisa mengadopsi teknik konstruksi sosrobahu untuk pembangunan tol elevated, atau tol bertingkat. Teknik konstruksi ini bisa mengefisienkan penggunaan jalan. "Sehingga jalan yang dilalui akan tetap lebar dan lancar," ujar kata Shadik

Terakhir terkait pembiayaan, di beberapa negara pembiayaan melalui agensi donor kerap membuat pembangunan menjadi lambat. Karena, banyak hal yang harus diperhitungkan. "Hingga saat ini, pembiayaan yang melibatkan bank konvensional masih sangat lebih baik," katanya.

Tentunya, untuk melibatkan perbankan, pemerintah bisa membuat mekanisme menarik untuk perbankan konvensional tersebut. Senada dengan Shadik, pengamat infrastruktur Nuzul Achzar menekankan pembangunan pada return of investment atau ROI. Sehingga tidak akan rugi, katanya.

Untuk itu, ke depannya pemerintah harus memperhatikan skema investasi untuk infrastruktur tersebut. Saat ini yang terjadi pemerintah melakukan pembangunan terlebih dahulu, setelah itu baru mencari investor dan membuat regulasi.

Sebelumnya,pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 732 kilometer (km) jalan nasional di 2019. Pembangunan tersebut meliputi jalan tol yang mencapai 218 km. Dengan begitu, total panjang jalan nasional yang dibangun dari periode 2015-2019 mencapai 4.119 km. [ipe]


#PresidenJokowi #Infrastruktur
BERITA TERKAIT
Awas, Proyek Pemindahan Ibu Kota Jadi Bancakan
China Mau Bantu BPJS, Rizal Ingatkan Hati-hati
PAN: Deindustrialisasi di Depan Mata, Pak Jokowi..
Merasa Hebat, Rini Melawan Instruksi Presiden
PDIP: Potensi Resesi Harus Cerdas Diantisipasi
Paruh Pertama, PTPP Raih Kontrak Anyar Rp14,81 T
Rini Ngotot RUPSLB 5 BUMN, Ekonomi Bisa Terganggu

kembali ke atas