DUNIA

Senin, 03 Juni 2019 | 15:51 WIB

Mantan Pejabat Tinggi Jepang Bunuh Anaknya

Mantan Pejabat Tinggi Jepang Bunuh Anaknya
(Foto: voanews)

INILAHCOM, Tokyo--Mantan pejabat tinggi Jepang ditahan karena membunuh anak laki-lakinya, demikian laporan beberapa media lokal yang dikutip sejumlah media asing, termasuk Associated Press.

Mengutip laporan media lokal, pensiunan birokrat itu mengatakan kepada para penyelidik bahwa dia khawatir anak laki-lakinya yang sangat tertutup akan melukai orang lain.

Kepolisian Kota Tokyo mengatakan, Senin (3/6/2019), Hideaki Kumazawa, 76 tahun, pensiunan wakil menteri ditahan Sabtu (1/6/2019) setelah menikam putranya yang berusia 44 tahun, Eiichiro, hingga tewas di kediamannya. Polisi kemudian menggiring Kumazawa ke hadapan jaksa pada Senin untuk pembacaan tuduhan.

Kumazawa tega membunuh anaknya karena khawatir dengan kejadian penikaman massal pekan lalu. Media lokal menggambarkan pelaku penikaman anak-anak sekolah pekan lalu sebagai orang yang tertutup dan masih tinggal dengan orang tua, atau dalam istilah Jepang disebut "Hikikomori".

Pelaku penikaman pada Selasa (28/5/2019) membunuh dua orang dan mencederai 19 lainnya, kebanyakan siswi SD, sebelum kemudian bunuh diri.

Insiden itu, Reuters melaporkan, menyoroti meningkatnya jumlah orang dewasa Jepang yang masih tinggal dengan kerabat atau orang tuanya. Mereka biasanya jarang ke luar rumah dan mengasingkan diri di rumah seperti pertapa.

Kumazawa mengatakan kepada polisi bahwa putranya tertutup dan kadang-kadang kasar, Reuters melaporkan mengutip stasiun televisi NHK. Penikaman terjadi setelah keduanya terlibat aduk mulut ketika Kumazawa menegur putranya yang marah hanya gara-gara suara keras dari acara olahraga di dekat sekolah.

Kumazawa, yang dalam tahanan polisi tidak bisa dimintai komentar dan tidak jelas apakah dia ditemani pengacara. [voa/lat]

#Mantan #Pejabat #Jepang
BERITA TERKAIT
Studio Animasi Jepang Dibakar, 33 Orang Tewas
Jepang Lelang Daging Paus Hasil Perburuan
Ditemukan Masjid Berusia 1.200 Tahun di Israel
Mengenaskan, Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Trump Bertemu Tokoh Muslim Uighur dan Rohingya
RI Kecam Kota Oxford Beri Penghargaan ke Wenda
AS Cekal Panglima Militer Myanmar

kembali ke atas