MOZAIK

Minggu, 09 Juni 2019 | 08:00 WIB

Catatan Amal Diletakkan Satu Piring Timbangan

Catatan Amal Diletakkan Satu Piring Timbangan
(Foto: Ilustrasi)

RASULULLAH shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala memilih seseorang dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Lantas Allah Subhanahu wa Taala menggelar untuknya sembilan puluh sembilan catatan amal perbuatan.

Setiap catatan sepanjang mata memandang, lantas Allah Subhanahu wa Taala bertanya kepadanya, Apakah ada sebagian di antaranya yang engkau ingkari? Dia menjawab, Tidak ada wahai Rabbku. Allah Subhanahu wa Taala bertanya lagi, Apakah juru penulisku, para malaikat hafizhun berbuat zalim kepadamu?

Dia menjawab, Tidak ada wahai Rabbku. Allah Subhanahu wa Taala bertanya, Apakah kamu mempunyai alasan atau mempunyai suatu kebaikan? Dia menjawab, Tidak ada wahai Rabbku. Lantas Allah Azz wa Jalla berfirman,

Benar, sesungguhnya kamu mempunyai kebaikan di sisi-Ku dan sesungguhnya pada hari ini tidak ada kezaliman atas dirimu, lalu dikeluarkan untuknya sebuah kartu di dalamnya tertulis, Asyhadu an la ilaha illallah wa anna muhammadar rasulullah, kemudian Allah Subhanahu wa Taala berfirman, Hadirkan timbangan amalmu.

Lalu dia barkata, Wahai Rabbku! Apa artinya kartu ini di samping catatan-catatan amal ini? Lalu Allah Subhanahu wa Taala berfirman, Sungguh, kamu tidak akan dizalimi, maka catatan amal akan diletakkan di dalam satu piringan timbangan, sedangkan tiket ini diletakkan di piringan timbangan lainnya. Lantas catatan amal perbuatan menjadi ringan dan tiket menjadi berat. Dan tidak ada sesuatu pun yang lebih berat bersama nama Allah Subhanahu wa Taala.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi. Beliau mengatakan bahwa hadis ini hasan gharib. Diriwayatkan pula oleh al-Baihaqi dan al-Hakim. Dia berkata, Hadis ini shahih sesuai kriteria Imam Muslim.

Laki-laki tersebut benar-benar mengucapkan dua kalimat syahadat tulus dari dalam hatinya. Dengan sebab itu Allah maafkan semua dosa-dosanya dan meraih tiket ke surga.

Betapa agungnya kalimat hari ini tidak ada kezhaliman atas dirimu, lalu dikeluarkan untuknya sebuah kartu di dalamnya tertulis, Asyhadu an la ilaha illallah wa anna muhammadar rasulullah.

[Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah/kisahmuslim]

#Kiamat #Amal #Timbangan
BERITA TERKAIT
Apa yang Kamu Persiapkan Menghadapi Hari Kimat?
Mata yang tak Menangis di Hari Kiamat
Palestina, Syair Getirku
Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah
Awas! Minta Perlindungan pada Ulama atau Habib
Jangan Bertawasul dengan Orang yang Meninggal!
Menggali Kubur Sendiri untuk Mengingat Kematian

kembali ke atas