EKONOMI

Rabu, 05 Juni 2019 | 09:10 WIB
(Lebaran Anti Byarpet)

PLN Disjaya Bentuk Ratusan Pasukan Khusus

Indra Hendriana
PLN Disjaya Bentuk Ratusan Pasukan Khusus
General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad‎

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menyatakan, pihaknya menyiapkan pasukan khusus saat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Untuk mempercepat penanganan gangguan listrik.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan, setidaknya ada 700 pasukan khusus yang disiagakan di Jakarta. Pasukan itu disiagakan di berbagai tempat. Diantaranya tempat ibadah, Rumah Sakit, Istana Negara dan pembangkit. "Yang kami pantau 385 masjid, 11 VVIP, 11 rumah sakit, 11 sarana transportasi bandara terminal dan stasiun," Kata Ikhsan di kantor PLN Disjaya, Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Dengan adanya pasukan khusus yang diberi nama Detasemen Layanan Khusus (Deyansus) 123, diharapkan masalah listrik saat perayaan lebaran bisa cepat teratasi. "Untuk pengamanan tingkat idul fitri ini kita sudah koordinasikan di tingkat istana, kementerian, lembaga," Kata dia.

Ikhsan mengatakan, PLN Disjaya tidak melakukan pemeliharaan jaringan saat Idul Fitri. Hal ini untuk menghindari pemadaman dan menjaga kenyamanan masyarakat yang merayakan hari raya. "Kita tidak boleh ada masa pemeliharaan," kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, konsumsi listrik saat libur lebaran turun sebesar 40%. Penurunan karena banyak kantor libur sehingga konsumsi listrik menurun.

Adapun beban konsumsi listrik Jakarta sewaktu lebaran 2.638 Mega Watt (MW). Angka ini menunjukan penurusan sebesar 5.100 MW apabila dibandingkan dengan hari biasa. "Beban tanggal 5 Juni diperkirakan turun menjadi 2.638 MW. Sedangkan pada 6 Juni diprediksikan 2.708 MW," kata dia.

Penurunan ini mengakibatkan pendapatan menurun. Dia merinci dalam kondisi normal atau hari biasa pendapatan PLN di kisaran Rp4 triliun per bulan. Penurunan konsumsi listrik otomatis menurunkan pendapatan sekitar Rp1,6 triliun. "Itu akan menggerus pendapatan sekitar 30 persen hingga 40 persen. Biasanya kami dapat Rp 4 triliun sebulan. Jadi itu akan tergerus," ujar dia.

PLN Disjaya akan mengejar penurunan penjualan pada periode berikutnya, dengan membuat program penambahan daya, diskon tarif penggunaan listrik diluar beban puncak oleh pelanggan industri, penyambungan pelanggan baru dan penyediaan pasokan listrik untuk pagelaran acara.

"Kita perbanyak marketing pelanggan baru, penambah listrik premium, kita penambahannya 18 ribu pelanggan perbulan, penambahan rata-rata di pinggiran. Proyek proyek kita gunakan power bank, konser-konser, acara-cara seperti PRJ itu saja yang buat nambah, kalau pelanggan baru kecil kecil," kata dia. [ipe]

#PLN #Lebaran2019 #Listrik
BERITA TERKAIT
Tahun Depan, Jonan Ingin Rasio Elektrifikasi 100%
Ciptakan Hidup Sehat, PLN Turut Bentuk Gang Hijau
PLN & ICON+ Gelar Program Merdeka di Era Digital
Gayung Bersambut Sambas "Merdeke" dari Kegelapan
PLN Ajak Masyarakat Peduli Instalasi Listrik
PLN Peduli mengajak warga peduli Instalasi Listrik
PLN-Pemprov Bali Kembangkan Energi Bersih di Bali

kembali ke atas