PASAR MODAL

Sabtu, 08 Juni 2019 | 02:30 WIB

Euro Terus Naik, Hati-hati Pegang Dolar AS

Euro Terus Naik, Hati-hati Pegang Dolar AS
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Kurs dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat WIB, 7/6/2019).

Sementara, terjadi kenaikan euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Serta merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi zona euro yang lebih tinggi untuk tahun ini.

Dalam pernyataan keputusan kebijakan moneternya, ECB mengatakan pada Kamis (6/6/2019), diperkirakan suku bunga acuan akan tetap pada level mereka saat ini "setidaknya sampai paruh pertama tahun 2020 dan dalam hal apapun selama diperlukan."

Keputusan moneter Kamis (6/6/2019) menandai pergeseran dalam panduan ke depan kebijakan moneter ECB. ECB sebelumnya mengatakan akan memperkirakan suku bunga tetap tidak berubah "setidaknya sampai akhir tahun ini."

ECB juga mempresentasikan revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi bagi Zona Euro untuk tahun ini, memproyeksi tingkat 1,2%, lebih tinggi ketimbang perkiraan Maret sebesar 1,1%. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, sebut Xinhua, turun 0,29% menjadi 97,0427 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi US$1,1273 dari US$1,1227 pada sesi sebelumnya. Sedangkan, pound Inggris turun menjadi US$1,2690 dari sebelumnya US$1,2693. Dolar Australia naik hingga US$0,6976 dari sebelumnya US$0,6965.

Dolar AS dibeli 108,44 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,41 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9912 franc Swiss dari sebelumnya 0,9942 franc Swiss. Dan, jatuh ke 1,3370 dolar Kanada dari sebelumnya 1,3423 dolar Kanada. [tar]

#Euro #Kurs #PresidenTrump
BERITA TERKAIT
Investasi China di Luar Negeri Bakal Turun
Huawei Akui Lakukan Perang dari Tekanan AS
Bursa Saham AS Andalkan Risalah The Fed
Bursa Saham Asia Mayoritas Memerah
(Persiapan Pindah Ibu Kota) PT Wika Beton Dirikan Pabrik Baru di Kaltim
IHSG Turun 0,6% ke 6.252,96
PT Semen Indonesia Hadapi Serbuan Semen Impor

kembali ke atas