DUNIA

Jumat, 07 Juni 2019 | 20:02 WIB

Muslim Sri Lanka Hancurkan Masjid Pelaku Teror

Muslim Sri Lanka Hancurkan Masjid Pelaku Teror
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Madatugama--Sekelompok jemaah di Madatugama, sebuah kota di Sri Lanka tengah menghancurkan sebuah masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah para anggota National Thowheed Jamath (NTJ). Organisasi yang kini dilarang keberadaannya oleh Pemerintah Sri Lanka itu diduga berada di balik peristiwa rangkaian bom bunuh diri pada Minggu Paskah, 21 April lalu.

Rentetan serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan tiga hotel mewah yang menewaskan lebih dari 250 orang di Sri Lanka, pada Minggu Paskah itu berimbas kepada komunitas Muslim di Sri Lanka.

"Setelah rangkaian serangan paskah, orang-orang non-Muslim di kota kami memandang seakan kami teroris," kata M.H.M. Akbar Khan, pengurus masjid yang dihancurkan tersebut kepada BBC, seperti dikutip dalam laporan, Jumat (7/6/2019).

"Setelah serangan terjadi, polisi berkali-kali mengunjungi masjid tersebut. Hal ini membuat jemaah khawatir dan risau. Rasa saling tidak percaya juga semakin menjadi-jadi antara kami dan komunitas lainnya," jelas Akbar Khan.

Setelah serangan, Pemerintah Sri Lanka berupaya memberantas NTJ. Satu-satunya masjid yang dikelola organisasi itu--yang berada di Kota Kattankudy, Sri Lanka bagian timur--telah disegel oleh aparat.

Adapun masjid di Madatugama tidaklah sarat dengan nilai sejarah atau budaya. Masjid itu dikelola kelompok ultra-konservatif lain yang diyakini tidak terkait dengan peristiwa pengeboman.

Aksi penghancuran tersebut menunjukkan seberapa jauh langkah yang siap ditempuh komunitas Muslim Sri Lanka untuk melawan ekstremisme.

Akbar Khan mengisahkan, para pengurus dan jemaah masjid lama menggelar pertemuan pada Mei lalu yang berujung pada keputusan bulat bahwa masjid baru nan kontroversial itu harus dirobohkan.

"Kami menghancurkan menara dan ruang sembahyang kemudian menyerahkan lokasi ke pemilik aslinya," tambahnya.

Sekitar 70% penduduk Sri Lanka merupakan penganut agama Buddha dan nyaris semuanya adalah bagian dari komunitas etnis Sinhala. Pemeluk agama Hindu adalah kelompok kedua terbesar dengan 12%. Sedangkan Umat Muslim sebanyak 10% dan penganut agama Kristen sekitar 7%.

Namun aksi penghancuran masjid ini tidak diterima semua orang. All Ceylon Jamiyyathul Ulama, yang dianggap sebagai kaum paling paham soal agama Islam di Sri Lanka, mengatakan tempat ibadah seharusnya tidak diganggu.

"Semua masjid milik Allah, terlepas siapa pengurusnya. Menghancurkan dan merusak masjid bertentangan dengan rukun Islam," sebut organisasi itu dalam pernyataan resmi.

Pemerintah Sri Lanka mencatat terdapat 2.596 masjid yang terdaftar. Dari jumlah itu, 2.435 masjid aktif digunakan untuk salat.

Masih ada puluhan masjid yang tidak terdaftar dan beberapa di antaranya ditelantarkan. [bbc/lat]

#Muslim #SriLanka #Hancurkan #Masjid
BERITA TERKAIT
Maraknya Fesyen Muslim di AS
Presiden Prancis: Jangan Cap Buruk Muslim
Anchorage, Tempat Hijrah Muslim Migran di AS
Diplomat AS Prihatin Situasi HAM di Kashmir
Empat Sekolah Islam di Nigeria Digerebek
Trump Keluhkan Penyelidikan Pemakzulan
Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Koalisi

kembali ke atas