EKONOMI

Sabtu, 08 Juni 2019 | 06:55 WIB

Kopwan Srikandi & Korsel MoU Gula Kristal Organik

Kopwan Srikandi & Korsel MoU Gula Kristal Organik
(Foto: Dok)

INILAHCOM, Purworejo - Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggandeng Perusahaan Korea Selatan, untuk bekerja sama meningkatkan kualitas dan pemasaran gula kristal organik.

Koperasi Wanita Srikandi Purworejo sepakat menandatangani nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komipo Indonesia dan Kotra asal Korea Selatan (Korsel). Penandatangan MoU dilakukan Ketua Kopwan Srikandi Sri Susilowati SE, Kim Byung Sam selaku Direktur Utama Kotra Jakarta, dan Beck Namhee selaku Direktur Utama PT Komipo Energy Indonesia di gedung Centra Processing Unit (CPU) gula kristal organik yang berlokasi di Cangkreplor Purworejo pada Selasa (30/5/2019).

Turut menyaksikan acara tersebut Asisten Deputi UKM Kementerian Koperasi dan UKM RI yakni Ari Anindya Handika, perwakilan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, dan Kabid Koperasi Dinas KUKMP Purworejo Sudarto SH. Sri Susilowati mengatakan, MoU ini akan mengikat kerja sama selama satu tahun terutama dalam pendampingan peningkatan kualitas mutu, packing, juga pemasaran.

Sementara pamasaran produksi gula kristal organik oleh Kopwan Srikandi selama ini sudah ekspor ke hingga Colombo dan Sydney, Australia. Kami masih berencana untuk bisa ekspor di Eropa dan Amerika. Harapannya dengan adanya kerja sama ini, nantinya dapat menghubungkan dengan perusahaan-perusahaan di berbagai negara, jelasnya.

Apalagi kapasitas produksi gula kristal dalam sebulan lanjut Susilowati, Kopwan Srikandi mampu memproduksi sebanyak 200 ton. Sedangkan untuk kebutuhan ekspor perbulannya, mencapai 35 ton ke Colombo dan Sydney sehingga masih sangat membutuhkan pemasaran terutama untuk ekspor ke negara lain.

Anggota Kopwan ada 208 orang, sedangkan jumlah penderesnya sekitar 2.100 petani, tidak hanya dari Purworejo, tapi juga sebagian dari wilayah kabupaten lain seperti Wonosobo dan Kebumen, ujarnya.

Ia mengatakan, harga gula kristal di pasar lokal Rp25.000 per pack dengan berat bersih setengah kilogram. Sedangkan untuk luar negeri, harganya sesuai kesepakatan dengan pemesan.

Gula kristal organik dianggap unggul karena memiliki kandungan vitamin C, potasitum, fosfor, kalium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk tubuh. Bahkan manfaatnya sangat besar termasuk dapat membantu membentuk sel darah merah, mencegah rematik, flu dan asma, mencegah osteoporosis, hingga dapat menurunkan kadar kolesterol.

Direktur Utama Kotra Jakarta yang mendukung MoU OVOP ini, Kim Byung Sam sangat mengapresiasi kerja sama antara perusahaan asal negaranya dengan Koperasi Srikandi Purworejo. Menurutnya kerja sama ini akan memberikan efek posutif bagi kedua belah pihak.

Saat ini, Kotra memiliki 125 pusat bisnis di 83 negara. Dahulu negara kita kecil, bahkan masuk dikategorikan sebagai salah satu negara termiskin di dunia. Namun berkat bisa membuat produk yang bagus dan mengekspor, Korea dengan cepat berkembang. Demikian juga kerja sama ini, diharapkan Kopwan Srikandi dengan produk gula kristal organik akan dapat berhasil baik dipasar dunia, katanya.

Sementara Direktur Utama PT Komipo Energy Indonesia, Beck Namhee menjelaskan, bentuk kerja sama ini meliputi kontrol kualitas produksi. Upaya ini dilakukan supaya produk yang dihasilkan oleh petani sesuai dengan ketentuan ekspor. Komipo dan Kotra akan mendukung dan bekerja sama memajukan Kopwan Srikandi, agar dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan.

Asisten Deputi Kementerian Koperasi dan UKM RI Ari Anindya Hartika mengucapkan, terima kasih dan penghargaan kepada pihak Korea yang telah memberikan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia.

Salah satunya MoU ini dalam rangka membantu meningkatkan kualitas dan pemasaran produk gula kelapa produksi Kopwan Srikandi. Kami sangat mengapresiasi aksi nyata dari Pemerintah Korea melalui KOTRA dalam membantu koperasi UMKM Indonesia, katanya.

Dikatakan, gula semut atau gula kelapa kristal organik saat ini termasuk salah satu produk yang menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan secara terus-menerus. Hal ini karena produsen gula semut di dunia tidaklah banyak dan salah satunya adalah di Indonesia.

Menurut dia, Korea mempunyai kelebihan dalam hal pasar dan sistem yang sudah berjalan baik. Sedangkan Indonesia memiliki banyak sekali produk berkualitas yang dibutuhkan dunia. Produk-produk tersebut sebagian hanya tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia. [*]

#Kemenkop
BERITA TERKAIT
Kemenkop Tingkatkan Kualitas Data Koperasi Via ODS
Anggaran Kemenkop dan UKM 2018 Terealisasi 90,89%
Kemenkop dan UKM Dukung Pemberdayaan UKM Perempuan
Kemenkop Dorong Sadar Koperasi di Palangka Raya
Menteri Puspayoga Beri Penghargaan Insan Koperasi
Jumpa Puspayoga, Kamil Setor Kawasan Koperasi Tugu
Koperasi Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0

kembali ke atas