EKONOMI

Minggu, 09 Juni 2019 | 06:09 WIB

Lebaran 2019, Sri Mulyani Punya Harapan Begini

Lebaran 2019, Sri Mulyani Punya Harapan Begini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Traidisi pulang kampung saat Lebaran, memberikan harapan bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bahwa tingkat konsumsi terdongkrak hingga melebihi 5%.

"Kami berharap suasana Lebaran ini dapat menimbulkan momentum confidence," ujar Sri Mulyani dilansir dari keterangan tertulis di laman resmi Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Sabtu (8/6/2019).

Apalagi, ujar dia, pemerintah dapat menjaga harga berbagai kebutuhan masyarakat tetap stabil selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2019. Pada triwulan I-2019, gross terpantau cukup baik. Dan, konsumsi rumah tangga tercatat di atas 5%.

Dengan kondisi harga kebutuhan yang stabil, ia optimistis tingkat konsumsi pada periode ini tetap terjaga. Di sisi lain, perlunya mewaspadai ketidakstabilan pada kondisi perekonomian global. Khususnya, kondisi pada sisi korporasi.

Pasalnya, mantan Direktur Bank Dunia ini, melihat korporasi kerap mendapat tekanan cukup banyak, baik dari sisi ekspor maupun sentimen investasi lantaran terkena imbas kondisi perekonomian global.

Kendati, ujar Sri Mulyani, Indonesia saat ini mengalami peningkatan dari sisi reputasi. Belum lagi, indeks daya saing dan indeks kemudahan berusaha Indonesia juga membaik. Namun, kita berkompetisi dengan suasana ketidakpastian global sekarang, bukan dengan negara lain," kata dia.

Hal tersebut, tuturnya, biasanya menimbulkan suasana holding back dari para investor. Meski begitu, Sri Mulyani tetap berharap investasi yang mengalir ke dalam negeri bisa terus deras masuk setelah Triwulan II 2019. "Karena melihat komitmen dari Presiden Jokowi untuk terus meneruskan reformasi mengatasi isu-isu yang menjadi concern dari investor," kata dia. [tar]

#MenkeuSMI #DayaBeli #Konsumsi
BERITA TERKAIT
Petaka Bunga Utang Ketinggian Menteri 'Terbalik'
Tahun Ini, Setoran Pajak Meleset Rp140 T, Bu Ani..
Paruh Pertama, Anggaran Jebol Rp135,8 Triliun
Paruh Pertama, Pajak Cuman 38,25% dari Target
Mulyani Akui Ekonomi RI Rawan Middle Income Trap
Pajak Digital, Asosiasi Fintech Minta Harga Khusus
Membangun Daerah Jangan Andalkan Dana Transfer

kembali ke atas