EKONOMI

Minggu, 09 Juni 2019 | 14:17 WIB

PDB 2019 Bisa 5,3%, Indef: Mimpi..!

Indra Hendriana
PDB 2019 Bisa 5,3%, Indef: Mimpi..!
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,3%. Target ini karena pemerintah pede pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 tumbuh 5%.

Ekonom dari Indef, Bhima Arya Yudhistira menilai, target yang ditetapkan itu tidak akan tercapai. Sebab, kata dia, target itu sangat berat. Hampir mustahil (pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan itu, red) terwujud. Mimpi siang bolong kata Bhima dalam pesan singkatnya, Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

Menurut dia, tidak tercapainya target itu lantaran motor pengerak pertumbuhan ekonomi tak sesuai ekspetasi. Sehingga target itu akan mustahil tercapai. Motor utama ekspor dan investasi yg diharapkan mendorong ekonomi ternyata dibawah ekspektasi, ujar dia.

Jadii tidak sesuainya ekspetasi ekspor, kata dia, karena kebijakan ekspor terlambat mengantisipasi perang dagang. Sementara keran impor diperlonggar lewat regulasi dan pengerjaan proyek proyek infrastruktur.

Investasi cenderung turun. Investor khawatir situasi politik paska pilpres. Jadi tahun ini banyak investor yg menahan masuk ke indonesia. Paling realistis tumbuh 5%, ujar dia.

Pada tahun 2019 ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,3%. Target ini ditetapkan karena pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 tumbuh di kisaran 5%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 sebesar 5,07%.

"Jadi kita tetap berikhtiar untuk mencapai target 5,3%, tentu tantangannya adalah ekspor dan current account hingga trade balance," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu.

Dia menyampaikan saat ini memang ekspor Indonesia sedang tertekan oleh kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Ekspor kita sekarang di dalam posisi mendapatkan tekanan, jadi itu juga akan mempengaruhi kemampuan kita untuk shifting kepada destinasi ekspor yang lain, mungkin tidak secepat yang kita harapkan dan itulah yang menjadi tantangan kita bagaimana kompensasinya terhadap pelemahan ekspor ini," ujar dia. [hid]

#PDB2019 #APBN2019 #Investasi2019 #Ekspor
BERITA TERKAIT
PNBP Semester I 2019 Tercatat Naik 55,27%
Istana Minta Enggar Muluskan Ekspor RI ke China
Enggartyasto Diminta Lobi China Demi Genjot Ekspor
Tahun Ini, Setoran Pajak Meleset Rp140 T, Bu Ani..
Paruh Pertama, Anggaran Jebol Rp135,8 Triliun
Paruh Pertama, Pajak Cuman 38,25% dari Target
Jonan: Subsidi LPG Rata-rata Rp3 Triliun Per Bulan

kembali ke atas