EKONOMI

Minggu, 09 Juni 2019 | 14:40 WIB
(Serap 90% Tekaner)

Darmin: UMKM Ternyata Gerakkan 99% Usaha Nasional

M Fadil Djailani
Darmin: UMKM Ternyata Gerakkan 99% Usaha Nasional
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengaku pemerintah tidak menutup mata terhadap perkembangan ekonomi global yang tengah mencari titik keseimbangan baru.

Untuk itu, pemerintah akan mengambil langkah-langkah responsif menghadapi risiko berlanjutnya tekanan eksternal. Dalam menghadapi risiko tersebut, arah kebijakan pemerintah saat ini akan lebih difokuskan pada strategi menjaga stabilitas dan penguatan fundamental ekonomi domestik.

Apalagi, permintaan domestik juga diyakini akan tetap kuat dalam jangka pendek karena meningkatnya lapangan kerja di sektor formal dan diperluasnya program bantuan sosial pemerintah.

Pemerintah juga serius menggarap UMKM sebagai basis ekonomi. Pasar dalam negeri harus diisi oleh UMKM, karena hampir 99% kegiatan usaha di Indonesia adalah UMKM yang menyerap hampir 90% tenaga kerja domestik.

Di sisi lain, pemerintah juga akan fokus membuka pasar ekspor baru di negara-negara Non-Traditional Market, seperti di Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah dan Amerika Latin.

Meskipun di tengah momentum geliat ekonomi menjelang dan selama Idulfitri, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus berkelanjutan. Peningkatan investasi, mendorong ekspor, substitusi impor dan mendorong industri penghasil devisa adalah fokus utama perhatian pemerintah.

Selain itu, keyakinan pemerintah bahwa ekonomi dapat tumbuh 5,2% pada kuartal kedua tahun 2019 ini juga didasari pada manajemen makroekonomi yang solid, permintaan domestik yang kuat dan momentum pertumbuhan yang sudah terjadi di pemerintahan Presiden Jokowi saat ini.

Kenaikan peringkat dari lembaga rating S&P dan kenaikan indeks kompetitif dari International Institute for Management Development (IMD) pekan lalu, kiranya dapat menambah daftar positif yang membuat Indonesia semakin menarik dan layak sebagai negara investasi.

Sejumlah infrastruktur publik utama sudah selesai dan sebagian lain dalam tahap penyelesaian, hal ini memberikan fondasi kuat bagi peningkatan investasi swasta di berbagai sektor, katanya seperti mengutip laman resmi Kemenko Perekonomian, Minggu (9/6/2019).

Dari sisi permintaan agregat, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai ditopang secara seimbang oleh keempat mesin pertumbuhan yaitu konsumsi, investasi, ekspor dan belanja Pemerintah. Selama tiga tahun terakhir, inflasi Indonesia dapat dijaga pada kisaran 3,5%, lebih rendah dibanding rata-rata inflasi selama sepuluh tahun terakhir sebesar 5,6%.

Investasi secara bertahap mulai pulih kembali, ditopang oleh kesehatan sektor keuangan (perbankan dan pasar modal), pelaksanaan program pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya daya saing iklim usaha dan investasi Indonesia.

Perbaikan iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan berusaha (Sistem OSS), diyakini akan semakin mendukung sentimen positif Investor. Oleh sebab itu, pemerintah yakin, beberapa sektor seperti transportasi dan energi akan diminati oleh investor.

#PDB2019 #APBN2019 #Investasi2019 #Ekspor
BERITA TERKAIT
Lobi Tiongkok Jadi Prioritas Perbaikan Ekonomi RI
Paruh Pertama 2019, Lifting Migas Gagal Target
(Sehatkan Neraca Perdagangan) Pebisnis dan DPR Kompak Dukung Enggar Lobi China
PNBP Semester I 2019 Tercatat Naik 55,27%
Istana Minta Enggar Muluskan Ekspor RI ke China
Enggartyasto Diminta Lobi China Demi Genjot Ekspor
Tahun Ini, Setoran Pajak Meleset Rp140 T, Bu Ani..

kembali ke atas