PASAR MODAL

Senin, 10 Juni 2019 | 09:40 WIB

Usai Libur, IHSG Mampu Naik 1,5% ke 6.304,07

Wahid Ma'ruf
Usai Libur, IHSG Mampu Naik 1,5% ke 6.304,07
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG menunjukkan penguatan 1,5% ke 6.304,07 dari pembukaan di 6.277,29 pada awal perdagangan Senin (10/6/2019). Volume perdagangan usai libur lebaran di pagi ini sudah mencapai 4,09 miliar saham senilai Rp2,9 triliun.

Penguatan indeks seiring dengan 225 saham menguat, 113 saham melemah dan 141 saham belum berubah. Perdagangan digerakkan 124.581 kali transaksi.

Transaksi investor asing sudah mengalami net foreign buy mencapai Rp143,38 miliar. Dengan pembelian investor asing sebesar Rp1,1 triliun. Sedangkan penjualan investor asing mencapai Rp1 triliun.

Indeks JII naik 1,6%, indeks SMInfra18 naik 1,8%, IDX30 naik 2,1%, indeks ISSI menguat 1,1% dan indeks LQ45 naik 2,1%. Semua sektor saham mengalami penguatan.

Penguatan tertinggi terjadi pada saham sektor keuangan yang naik 2,6% diikuti saham sektor aneka industri yang naik 2,1%.

Saham yang menguat seperti saham TKIM naik 9,07% ke Rp11.125, saham ACES menguat 6,3% ke Rp1.845, saham BTPS naik 5,2% ke Rp3.000, saham BKLI menguat 4,3% ke Rp595, saham PPRO menguat 4,2% ke Rp122, saham INDF naik 4,1% ke Rp6.875.

Untuk saham yang melemah seperti saham KPAL turun 4,4% ke Rp173, saham SMSMS turun 3,8% ke Rp1.605, saham IIKP melemah 3,1% ke Rp62, saham PTBA turun 2,9%, saham FIRE turun 2,5% ke Rp6.800.

IHSG sudah melonjak 105,01 poin (+1,72%) ke posisi 6.209,117, pada akhir pekan lalu jelang liburan panjang Lebaran 2019 pada penutupan Jumat (31/5/2019). Investor asing memborong saham dengan mencatatkan net buy sebesar Rp1,25 triliun di pasar regular.

Dalam sepekan terakhir di bulan Mei, IHSG berhasil menguat +2,5%. Penguatan ini diikuti oleh aksi beli investor asing yang membukukan net buy senilai Rp1,71 triliun di pasar reguler.

Menurut paktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, sehari jelang libur panjang lebaran, Indonesia mendapatkan kado dari lembaga pemeringkat dunia yakni Standard and Poors (S&P) yang menaikan peringkat surat utang jangka panjang Indonesia, dari level BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil.

S&P juga mengerek peringkat utang jangka pendek Indonesia menjadi AA- dari AAA-. S&P menaikkan peringkat pemerintah Indonesia dengan alasan prospek pertumbuhan yang kuat dan kebijakan fiskal yang positif (prudent).

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Apa Fokus Trump di Forum G-7?
China Ingatkan AS Risiko Tarif Tambahan
IMF Nilai Ekonomi Global Kian Suram
Indeks Sepakan tertekan 0,4% Saat HUT 42 Tahun BEI
Harga Minyak Turun Respon Tarif Balasan China
Inilah Pemicu Kenaikan Tajam Harga Emas
Bursa Saham AS Jatuh

kembali ke atas