PASAR MODAL

Selasa, 11 Juni 2019 | 08:03 WIB

Bursa Saham Asia Bergerak Variatif

Wahid Ma'ruf
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
(Foto: ist)

INILAHCOM, Tokyo - Bursa saham di Asia Pasifik diperdagangkan bervariasi pada Selasa pagi (11/6/2019) setelah komentar semalam dari Presiden AS Donald Trump tentang perang dagang negaranya dengan China.

Di Jepang, Nikkei 225 tergelincir 0,13% dan indeks Topix turun sedikit. Kospi Korea Selatan diperdagangkan sebagian besar datar karena saham Hyundai Motor turun 1,05%.

Di Australia, di sisi lain, saham diperdagangkan lebih tinggi di pagi hari setelah kembali dari liburan. Indeks ASX 200 naik 0,8% karena sebagian besar sektor melihat kenaikan seperti mengutip cnbc.com.

Semalam di Wall Street, saham menguat karena investor menyambut kesepakatan yang dicapai antara AS dan Meksiko untuk menghindari tarif yang diterapkan. Dow Jones Industrial Average naik 78,74 poin menjadi ditutup pada 26.062,68.

Sementara S&P 500 naik sekitar 0,5% menjadi berakhir pada 2.886,73. Nasdaq Composite menambahkan 1,1% menjadi ditutup pada 7.823,17.

Sementara itu, di front perdagangan AS-China, Trump mengatakan China harus membuat kesepakatan dengan AS karena mereka harus melakukannya.

Presiden AS juga mengonfirmasi bahwa lebih banyak tarif untuk barang-barang Cina akan diberlakukan jika Presiden China Xi Jinping gagal menghadiri pertemuan G-20 mendatang. Presiden sebelumnya mengancam akan mengenakan pungutan lagi atas barang-barang Tiongkok senilai $ 300 miliar jika perjanjian perdagangan tidak segera tercapai.

Pertemuan G20 akhir bulan bersiap-siap untuk menjadi 'risiko biner' besar lainnya yang akan membuat pasar sangat tegang dalam beberapa hari dan minggu mendatang. Itu juga mempersulit pertemuan (Komite Pasar Terbuka Federal) minggu depan di mana The Fed telah (untuk) memutuskan apakah risiko penurunan pertumbuhan AS membenarkan perubahan langsung ke bias pelonggaran formal, Ray Attrill, kepala strategi valuta asing di National Australia Bank, tulis dalam nota pagi.

Pekan lalu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan "bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi" setelah "memantau dengan cermat" dampak perkembangan seputar "negosiasi perdagangan dan hal-hal lain."

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 96,731 setelah menyentuh level di atas 96,8 minggu lalu, tetapi masih jauh dari tertinggi di atas 97,6 minggu lalu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 108,40 melawan dolar setelah melihat posisi terendah di luar 108,6 kemarin, sementara dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6959 setelah penurunannya dari level di atas $ 0,7000 pada sesi sebelumnya.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent naik menjadi US$62,34 per barel dan minyak mentah AS naik 0,24% menjadi US$53,39 per barel.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS Cari Indikasi Kebijakan Baru Fed
Abaikan China, Meksiko-Kanada Jadi Mintra Baru AS
IHSG Naik 0,6% ke 6.276,633
Investor Bursa Asia Tunggu Bunga Fed Turun
Bursa Eropa Bergerak Variatif Jelang Rapat Fed
Apa Kejutan The Fed Kali Ini?
Bursa Saham Asia di Area Positif

kembali ke atas