MOZAIK

Rabu, 12 Juni 2019 | 02:25 WIB

Urgensi Kehalalan dan Kepantasan

KH Ahmad Imam Mawardi
Urgensi Kehalalan dan Kepantasan
(Foto: Ilustrasi)

SALAH satu inti khutbah hari raya Idul Fitri yang saya sampaikan adalah tentang perlunya memapankan sikap ridla atas segala yang Allah takdirkan untuk kita. Menjaga diri dari sikap yang tidak pantas yang sekiranya menjadi penyebab murka Allah. Menjaga kepantasan adalah sikap yang lebih tinggi derajatnya dari sekedar menjauh dari yang diharamkan

Menjauh dari yang diharamkan itu masih relatif mudah karena dalil dan batas-batas tentangnya sangatlah jelas. Ada yang haram karena dzat atau barangnya yang dinyatakan haram dan ada yang haram karena memang sesuatu itu bukan hak miliknya atau bukan diperuntukkan untuk dirinya. Mereka yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang diharamkan Allah, pastilah hidupnya tak akan pernah tenang, di dunia dan di akhirat kelak. Semoga Allah melindungi kita.

Yang relatif sulit adalah menjaga diri untuk selalu berada dalam batas pantas, wajar atau normal. Ada banyak manusia yang terkalahkan oleh keinginan atau hasrat diri. Keinginan atau hasrat diri yang tak terkendali sangat mungkin menghilangkan akal waras. Awalnya tak merasa, namun ketika selesai terlaksana maka kemudian menyesal. Apakah urusan bisa dianggap selesai sampai di sini? Tidak. Kisah akan terus berlanjut.

Biasakan ajukan beberapa pertanyaan kepada kita sendiri sebelum melakukan sesuatu: apakah ini halal? Apakah ini untuk saya? Kalau memang untuk saya, seberapa ukuran kepantasannya untuk saya? Ingat sekai lagi, bukan hanya masalah halal dan haram yang perlu diperhatikan, melainkan pantas dan tidak pantas. Ini yang disebut bahwa beragama itu bukan hanya masalah hukum melainkan juga masalah akhlak atau etika. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Ketika Ruh Ponpes Masuk ke Tubuh Perguruan Tinggi
Semua Berkewajiban Dakwah Sepanjang Hidup?
Mengapa Merasa Kesepian?
Mutiara Terpendam dalam Surat Al-Fatihah
(Mat Kelor Berhaji Lagi (31)) Mat Kelor Berkisah, Tertawa, Kemudian Menangis
Kompak Menuju Masa Depan Lebih Cerah
Prinsip Hidup agar tak Terjatuh dalam Kecewa

kembali ke atas