EKONOMI

Rabu, 12 Juni 2019 | 14:23 WIB

Freeport Cari Pinjaman untuk Bangun Smelter

Freeport Cari Pinjaman untuk Bangun Smelter
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Freeport Indonesia mengaku tengah melakukan pembicaraan untuk memperoleh pinjaman guna membiayai pembangun smelter atau fasilitas pemurnian di Gresik, Jawa Timur.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan perusahaan tambang itu membutuhkan 3 miliar dolar AS untuk pembangunan smelter.

"Masih dalam proses pembicaraan, tapi banyak yang minat. Mungkin sudah 15 bank yang berminat, bank asing dan nasional," jelas Tony saat ditemui dalam halalbihalal di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Meski tidak menjelaskan secara gamblang porsi pinjaman yang akan dicari, Tony berharap pinjaman bisa cair pada tahun ini. Perusahaan itu menargetkan konstruksi smelter konsentrat tembaga itu bisa dimulai pada awal 2020.

"Kami sedang bicarakan dengan bank, kami bicara bentuk (pinjaman), jumlahnya, detailnya itu masih dalam pembicaraan," tutur Tony.

Tony menjelaskan, saat ini progres penyiapan lahan untuk pembangunan smelter terus berjalan.

Saat ini, pihaknya tengah memasang prefabricated vertical drain untuk memadatkan tanah di lahan yang akan digunakan.

"Jadi bukan reklamasi, tapi dipadatkan. Konstruksinya kan gede jadi harus dipastikan bahwa tanahnya betul-betul padat," katanya.

Lokasi pembangunan smelter terletak di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

Pembangunan smelter jadi salah satu hal yang didorong pemerintah atas kesepakatan divestasi pada 2018 lalu. Freeport memiliki waktu lima tahun untuk membangun smelter sejak IUPK Operasi Produksi diterbitkan yakni sebelum 2023.[tar]

#Freeport
BERITA TERKAIT
Kemarau Lebih Lama Kementan Terus Siapkan Mitigasi
Bank Mandiri Guyur Pinjaman US$129 Juta ke Antam
UU KPK Direvisi, Awas Investor Siap-siap Minggat
Cukai Rokok 2020 Naik, Jangan Harap Setoran Nambah
Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA
Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Bea Cukai Ajak Akuntan Soal Bisnis Lintas Negara

kembali ke atas