NASIONAL

Rabu, 12 Juni 2019 | 16:15 WIB

Jokowi Minta Masukan KADIN-HIPMI Soal Perekonomian

Ahmad Farhan Faris
Jokowi Minta Masukan KADIN-HIPMI Soal Perekonomian
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pengurus KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia dan pengurus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) di Istana Merdeka, Rabu (12/6/2019).

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan A Roeslani, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia, Erick Tohir, Raden Pardede, Arsjad Rasjid, Ilham Habibie, Anindya Bakrie, James Riady, Yaser Palito, Yuke Yurike dan lainnya.

"Karena masih suasana lebaran, dalam kesempatan yang baik ini. Saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin. Minal aidin wal faizin kepada Ketua KADIN Indonesia dan Ketua HIPMI beserta jajaran pengurus," kata Jokowi.

Kemudian, Jokowi minta masukan kepada pengurus KADIN Indonesia dan HIPMI untuk kembali membangkitkan perekonomian dan perdagangan usai pemilu 2019. Meskipun, kata dia, saat ini masih ada proses di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya minta masukan tapi enggak usah banyak-banyak, kira-kira yang konkret apa sih yang harus kita kerjakan setelah nanti MK rampung biar saya bisa kerja. Apa yang diinginkan pengusaha? Jangan banyak-banyak, tiga aja," ujarnya.

Karena, kata Jokowi, saat ini harus fokus dan konsentrasi lagi pada urusan-urusan ekonomi dan terutama perang dagangnya semakin sengit. Menurut dia, jangan memandang itu sebagai masalah besar.

"Tetapi menurut saya ada sebuah peluang, ada sebuah opportunity yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini. Saya melihat bapak, ibu dan saudara semuanya berada pada garis yang paling depan dalam memanfaatkan peluang ini," jelas dia.

Misalnya, kata dia, pasar di Amerika yang sebelumnya dimasuki produk-produk dari China, Tiongkok. Tentu, ini bisa menjadi peluang untuk juga bisa memperbesar kapasitas sehingga produk-produk bisa masuk kesana.

"Seperti yang saya lihat, misalnya kaya produk tekstil, garmen, itu yang dulunya diisi dari produk dari sana, sekarang karena mereka ramai ya bisa kita isi. Saya kira peluang-peluang seperti ini yang secara detil harus kita lihat dan kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan ekspor kita," tandasnya. [ton]

#Jokowi
BERITA TERKAIT
Jokowi Pernah Lapor Kasus Korupsi, KPK: Kasus Apa?
Angku Datuak Bandaharo Kayo Kirim Surat ke Jokowi
Paloh: Ingin Saya Peluk Erat Jokowi Tapi tak Bisa
Jokowi Juga Singgung Ketika Mega tak Salami Paloh
Jokowi Kembali Bahas Pelukan Paloh-Sohibul
Manisnya Sambutan Paloh untuk Mega & Jokowi
Politik Dinasti Jokowi ke Gibran di Solo Hal Wajar

kembali ke atas