NASIONAL

Rabu, 12 Juni 2019 | 19:42 WIB

Ini Saran KADIN dan HIPMI untuk Jokowi

Ahmad Farhan Faris
Ini Saran KADIN dan HIPMI untuk Jokowi
Ketua Umum HIPMI, Bahlil Lahadalia (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum HIPMI, Bahlil Lahadalia mengatakan ada banyak masukan yang diberikan untuk Presiden Joko Widodo mengenai kondisi ekonomi saat pertemuan dengan pengurus HIPMI dan KADIN Indonesia di Istana Negara.

"Kita diundang bagaimana Pak Presiden ingin mendengar langsung kondisi ekonomi sekarang dan apa masukan-masukan ke depan ke arah yang lebih baik. Sudah barang tentu kami dari HIPMI dan KADIN sudah menyampaikan pikiran tersebut," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Rabu (12/6/2019).

Sementara Ketua KADIN Indonesia, Rosan A Roeslani mengatakan ada tiga masukan yang diberikan KADIN Indonesia untuk Presiden Jokowi dalam menggenjot perekonomian.

Pertama, Rosan mengatakan terkait mengatasi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dengan meningkatkan keahlian tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.

"Ini sedikit out of the box, TKI kita kurang lebih ada 3,6 juta orang, remitansi 11 miliar dolar, dibanding Filipina yang hampir sama 3,5 juta orang tapi remitansinya sampai 33 miliar dolar. Kenapa bisa lebih tinggi? Masalahnya adalah kemampuan dari bahasa," ujarnya.

Menurut dia, langkah pemerintah ke depan yaitu mendorong program vokasi agar terjadi peningkatan remitansi dari TKI. Misalnya, dapat naik 10 miliar dolar AS maka hal ini bisa mengurangi CAD kurang lebih 30 miliar dolar AS.

Kedua, lanjut Rosan, mendorong pariwisata yang ada di seluruh daerah agar lebih baik lagi tingkat kunjungan dari wisatawan asing. Sebab, Indonesia kurang lebih hampir 15,5 juta kedatangan wisatawan asing tapi dapat devisa 17 miliar dolar atau kurang lebih 11 ribu dolar per orang.

"Tapi Thailand yang secara wisatawan hampir 38 juta orang, pendapatan devisa kurang lebih sampai 62 miliar dolar," jelasnya.

Kemudian, Rosan mengatakan saran ketiga mengenai dunia tekstil di dalam negeri yang perlu didorong ditengah terjadinya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat agar bisa mengambil peluang dari kondisi tersebut.

"Itu yang sifatnya mungkin jangka pendek. Kita juga bicara mengenai bagaimana melanjutkan reformasi perpajakan dari pemotongan PPh, apakah di level 17 sampai 18 persen, sekarang kan masih 25 persen," tandasnya. [ton]

#Jokowi
BERITA TERKAIT
Jokowi Kenalkan Menteri, 2 Pria Panjat Patung HI
(Prabowo Jadi Menhan) Jokowi: Beliau Lebih Tahu Daripada Saya
Duduk di Tangga Beranda, Jokowi Kenalkan Menteri
Muhammadiyah Singgung Kursi Menteri Pendidikan
Fadjroel Rachman Ditunjuk Jadi Jubir Presiden
PKS Nilai Jokowi Tak Peka
Pengakuan Ida Usai Dipanggil Jokowi ke Istana

kembali ke atas