NASIONAL

Rabu, 12 Juni 2019 | 20:32 WIB

Chairawan Tak Bisa Diam Ketika Tim Mawar Disebut

Muhammad Yusuf Agam
Chairawan Tak Bisa Diam Ketika Tim Mawar Disebut
Eks Komandan Tim Mawar, Mayjen (Purn) Chairawan (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Eks Komandan Tim Mawar, Mayjen (Purn) Chairawan menyayangkan nama 'Tim Mawar' dikaitkan dengan Aksi 21-22 Mei 2019. Chairawan meminta jikapun ada salah satu eks anggota 'Tim Mawar' yang terlibat maka tak perlu membawa nama 'Tim Mawar'.

Chairawan mengaku selama ini diam. Namun, pemberitaan muncul terkait 'Tim Mawar' membuatnya bergerak untuk melaporkan media yang memuat pemberitaan terkait hal tersebut.

"Jadi kita ini kan harus menghormati hukum, saya ini sebenarnya belum mau melapor nih. Saya lihat di media sosial ada yang menyebut nama saya, ada empat orang. Saya diam selama ini. Saya diam. Saya tunggu waktu yang tepat. Kapan? Setelah polisi sebagai penegak hukum menyatakan bahwa dalangnya si ini si ini. Baru saya laporan," kata Chairawan di Baresrkim Polri, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

"Tapi kok saya diam ini malah muncul di Tempo. Wah ini kalau dibiarin terus ini jangan jangan. Makanya saya laporkan," sambung dia.

Chairawan mengaku tak bisa diam jika nama 'Tim Mawar' dikait-kaitkan dengan Aksi 21-22 Mei. Chairawan mengaku heran nama 'Tim Mawar' yang sudah lama bubar kembali dimunculkan.

"Itu mau saya tuntut. Karena nuduh sembarangan. Saya harus menghormati polisi, polisi memang tugasnya, siapa dalangnya ini. Nah Tim Mawar kan udah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 udah bubar. Kalau pun ada, itu kan personil, anggota. Nggak mungkin satu orang dibilang tim, atau dua disebut tim. Tim itu banyak. Apa pengertian Tim Mawar dan rusuh Sarinah? Dan itu saya liat di kamus kemarin. Ada keterkaitannya. Contoh menambah, orang ini dan ini berarti dua, kan gitu. Atau kesetaraan, bapak dan ibu. Saya sudah liat di kamus," terang dia.

Chairawan mengatakan ada empat orang yang eks Tim Mawar yang dikaitkan namanya tapi tak disebutkan polisi sebagai dalang dalam konferensi pers kemarin. Itu menjadi dasar Chairawan untuk mengambil langkah hukum.

"Tahulah. Itu mau saya tuntut. Karena nuduh sembarangan. Saya harus menghormati polisi, polisi memang tugasnya, siapa dalangnya ini," ujar dia.

Laporan eks Komandan Tim Mawar sendiri ditolak oleh Bareskrim Polri. Alasannya, laporan yang ditujukan terhadap media harus melalui mekanisme Dewan Pers.

Sementara pihak media sendiri siap untuk mengikuti aturan Dewan Pers terkait pemberitaan dengan judul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah' edisi 10 Juni 2019. [ton]

#TimMawar #Aksi22Mei
BERITA TERKAIT
DPD di Daerah Tetap Dukung Airlangga Ketum Golkar
Warga Tanah Datar Terserang ISPA Akibat Kabut Asap
Polisi Tangkap Pembakar Hutan, Sengaja Buka Lahan
Evakuasi Hiu di PLTU Paiton Dapat Apresiasi
KLHK: Kebakaran Hutan Karena Ulah Manusia
Polres Semarang Buru Tujuh Tahanan yang Kabur
Karhutla Lereng Gunung Slamet Merambat ke Banyumas

kembali ke atas