NASIONAL

Kamis, 13 Juni 2019 | 02:11 WIB

Ini Alasan Polri Sulit Ungkap Korban Aksi 22 Mei

Muhammad Yusuf Agam
Ini Alasan Polri Sulit Ungkap Korban Aksi 22 Mei
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tim Investigasi yang dipimpin Irwasum Polri, Komjen Moechgiyarto bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mulai melakukan kerjanya untuk menginvestigasi kerusuhan Aksi 21-22 Mei 2019.

Salah satu yang penting hendak diungkap adalah penyebab tewasnya 9 korban akibat kerusuhan tersebut.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menjelaskan mengidentifikasi penyebab tewasnya 9 korban kerusuhan itu memiliki hambatan. Hambatan yang dimaksud adalah lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) para korban tersebut.

"Salah satu tugas penting tim investigasi ini adalah mencari penyebab yang meninggal dunia ini. Karena begini, tidak secara keseluruhan kita mengetahui dimana TKP terjadinya hal yang menyebabkan meninggal dunia tersebut. Karena semuanya, korban-korban ini diduga pelaku aksi rusuh ini langsung diantarkan ke rumah sakit," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Asep mengatakan identifikasi penyebab tewasnya 9 kroban kerusuhan ini harus dimulai dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari situ, polisi baru bisa menyelidiki asal usul tewasnya 9 korban tersebut.

"Jadi kita menelusuri kembali dimana korban itu jatuh dan meninggal dunia. Ini menjadi penting sebagai titik awal penyelidikan kita, di mana kejadiannya, seperti apa peristiwanya, dan saksi-saksinya," terang Asep.

"Dalam tahap penyelidikan, semua ada prosesnya. Yang utama sekali kita harus berangkat dari olah TKP, oleh karenanya kita harus tahu dulu TKP-nya dimana. Dari situ kita mengembangkan saksi yang lihat, tahu, dan dengar. Kemudian karena ini meninggal yang diduga akibat peluru tajam, maka kita harus tahu bagaimana arah tembak, jarak tembak, dan sebagainya. Jadi olah TKP itu penting. Tapi kuncinya sekali lagi kita menemukan di mana TKP-nya, itu tugas kita," sambung dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal sebelumnya menyatakan ada 9 korban tewas dalam rusuh 21-22 Mei. Polri menduga mereka yang meninggal dunia tersebut merupakan perusuh.

"Jadi gini, rekan-rekan, Polri sudah bentuk tim investigasi yang diketuai oleh Irwasum Polri untuk menginvestigasi semua rangkaian peristiwa 21-22 Mei, termasuk juga sembilan... kita harus sampaikan bahwa 9 korban meninggal dunia kami duga perusuh. Penyerang. Diduga ya. Diduga perusuh," kata Iqbal. [ton]

#Aksi22Mei
BERITA TERKAIT
Warga Gresik Geruduk Pengajian yang Diduga Syi'ah
Zulhas Tak Ambil Pusing Soal Pin Emas Anggota DPR
Penemuan Bayi dalam Kardus Gegerkan Warga Jember
19 Kecamatan di Bojonegoro Krisis Air Bersih
5 Anggota TNI Diskors Terkait Insiden Asrama Papua
Rentenir Online Minta Debitur Jual Diri dan Ginjal
Khofifah Gratiskan Korban KM Santika Nusantara

kembali ke atas