EKONOMI

Kamis, 13 Juni 2019 | 13:09 WIB
(Dorong Perekonomian Nasional)

Porsi APBN Secuil, Jokowi Minta Tolong Pengusaha

Porsi APBN Secuil, Jokowi Minta Tolong Pengusaha
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta swasta (pengusaha) menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Karena, pengaruh APBN terhadap perekonomian nasional paling banter cuman 30%.

"RAPBN kita kan mempengaruhi ekonomi tidak gede, 20-30 persen lah kira-kira, yang justru banyak mempengaruhi swasta, sehingga kita harus men-trigger swasta bergerak lebih cepat," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Kepala Negara menyebutkan pemerintah terus mendorong pihak swasta tertarik menginvestasikan modal atau uangnya ke sektor riil. "Sehingga regulasi-regulasi yang memberikan insentif harus terus diberikan agar mereka mau berinvestasi terutama untuk sektor yang orientasinya ekspor," kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.

Kata dia, pemerintah juga memberi insentif kepada investasi untuk sektor yang orientasinya mengganti barang-barang impor. "Saya ngomong ke menteri, udahlah untuk industri substitusi impor, berorientasi ekspor, berikan izin secepatnya, kalau perlu izinnya belakangan," katanya.

Menurut dia, pelayanan perizinan harus secepat-cepatnya, kalau biasa-biasa atau normal-normal saja, Indonesia akan kalah bersaing dengan negara lain.

"Untuk ekspor, kita sudah kalah dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, masa mau terus-terusan kalah dengan yang kecil-kecil, enggaklah, kita harus berani," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, dalam lima tahun pemerintahannya ke depan, dirinya tidak memiliki beban. "Hal-hal yang dulu kita pandang sulit, akan kita lakukan, kerjakan. Untuk negara itu, kalau kita ragu-ragu memutuskan, kita akan rutinitas begini-begini saja, nanti lihatlah setelah pelantikan," kata Jokowi.

Ia menyebutkan dalam lima tahun ke depan tidak ada beban karena setelah itu tidak bisa mencalonkan kembali dalam pemilu yang akan datang.

Sementara itu mengenai kondisi yang diimpikan setelah 2024, Jokowi menginginkan pondasi-pondasi ekonomi Indonesia sudah kuat. "Artinya kita tidak berpikir berapa pertumbuhan ekonomi tapi kualitas pertumbuhan ekonomi dan pemerataannya," kata Presiden.

Menurut dia, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat atau tinggi gampang misalnya dengan membuat super koridor ekonomi di Jawa bagian utara karena sudah ada kawasan kawasan ekonomi dan industri yang didukung dengan pelabuhan di kawasan itu.

"Tapi pemerataannya bagaimana? Kita kan bukan hanya urusan ekonomi tapi urusan bernegara, bagaimana Papua, Maluku, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, ada 17 ribu pulau, kita bernegara," kata Jokowi.[tar]

#PresidenJokowi #APBN #PerekonomianNasional
BERITA TERKAIT
DPR: KBN Jangan Rusak Asa Jokowi Genjot Investasi
Gubes UI Sarankan Jokowi Comot RR Masuk Kabinet
Istana Minta Enggar Muluskan Ekspor RI ke China
Faisal Minta Jokowi Merger Kemendag dan Kemenperin
Petaka Bunga Utang Ketinggian Menteri 'Terbalik'
Jonan Laporkan Blok Masela, Jokowi Langsung Girang
Inilah Menaker & Menteri BUMN Jokowi Versi Aktivis

kembali ke atas