NASIONAL

Kamis, 13 Juni 2019 | 12:55 WIB

KPU Nilai Aneh Tudingan Penggelembungan Suara

Ray Muhammad
KPU Nilai Aneh Tudingan Penggelembungan Suara
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat bicara soal tudingan tim hukum Badan Pemenangan Prabowo-Sandi yang menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di pilpres 2019.

Melalui gugatannya, tim hukum BPN Prabowo-Sandi menyampaikan bahwa KPU melakukan penggelembungan hingga 22 juta suara terhadap Jokowi-Maruf.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menilai aneh tudingan tersebut. Pasalnya, hal tersebut tak pernah disampaikan sebelumnya oleh BPN kepada pihaknya.

"Aneh kalau tiba-tiba sekarang menyebut KPU menggelembungkan perolehan suara salah satu paslon. Sewaktu rekap berjenjang, kenapa nggak ada keberatan sama sekali?" kata Pramono di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Ia memastikan, tudingan ini siap dibantah oleh KPU saat sidang sengketa pilpres berlangsung. Melalui data-data yang dimiliki KPU, katanya, ia memastikan hal tersebut tidak benar.

"KPU nanti akan membuktikan dalam sidang-sidang di MK. Gugatan itu sama sekali tidak berdasar dan tak didukung bukti yang relevan," ujarnya. [rok]

#KPU
BERITA TERKAIT
Bawaslu Tak Temukan Unsur Pidana Jual Beli Suara
2 Kadiv Dicopot DKPP, KPU: Sedang Kita Kaji
KPU Diingatkan Tidak Ubah Hasil Pileg di Jatim
DKPP Berhentikan Anggota Komisioner Ilham Saputra
Rekonsiliasi & Kepulangan HRS, Golkar Bicara Hukum
Jokowi Lantik Perwira TNI-Polri di Istana
Lahan Bambu di Pamekasan Terbakar

kembali ke atas