NASIONAL

Kamis, 13 Juni 2019 | 14:26 WIB
(Desakan TGPF Kerusuhan 22 Mei)

Kapolri : Percayakan Pada Tim Investigasi

Muhammad Yusuf Agam
Kapolri : Percayakan Pada Tim Investigasi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Desakan Pemerintah untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) muncul untuk mengusut kerusuhan 21-22 Mei 2019. Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat untuk mempercayakan kepada tim investigasi yang dibentuk Polri.

"Pertama, tim yang sudah ada sekarang dari investigasi Polri itu dipimpin langsung oleh orang ketiga di polri. Ini penting karena unsur internal ini bisa menembus batas-batas dalam institusi sendiri," kata Tito di Monas, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Meski begitu, Tito mengakui akan adanya kelemahan dalam tim investigasi yang dibentuknya. Kelemahan itu akan ditutup dengan menggandeng stakholder lainnya seperti Komnas HAM dan Ombudsman.

"Namun mungkin kelemahannya dianggap protektif. Oleh karena itu, kami membuka komunikasi dengan Komnas HAM juga silahkan untuk melakukan. Untuk apa ada TGPF kalau seandainya kalau Komnas HAM adalah otoritas resmi yang dibentuk oleh UU dan bukan posisinya di bawah presiden, apalagi di bawah Polri. Kita percayakan kepada Komnas HAM dan tim investigasi untuk bisa menembus ke dalam institusi sendiri," jelas Tito.

"Karena TGPF untuk menembus sangat sulit untuk meminta outsider. Tapi insider lebih mudah menembus. Tapi membuka ruang kepada outsider yang merupakan otoritas resmi," sambung dia.

Desakan pembentukan TGPF dikemukakan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk mengusut kerusuhan 21-22 Mei. BPN menganggap penyelidikan yang dilakukan oleh Polri akan diragukan masyarakat. [rok]

#Polri
BERITA TERKAIT
Amien Rais Pesimis Kasus Novel Bakal Selesai
Penuntasan Kasus Novel Seperti Main Layang-layang
Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel
Polri: Pelaku Dipermalukan Novel di Kasus Korupsi
Polri Bentuk Tim Teknis untuk Ungkap Kasus Novel
TPF Ungkap Serangan ke Novel Bukan untuk Membunuh
Polri Sebut Tim Pakar Kasus Novel Periksa 73 Saksi

kembali ke atas