NASIONAL

Kamis, 13 Juni 2019 | 18:25 WIB

Komnas HAM Sebut 2 Korban Aksi 22 Mei Kena Peluru

Komnas HAM Sebut 2 Korban Aksi 22 Mei Kena Peluru
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan, dua dari delapan orang korban tewas dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019 terkena peluru tajam.

"Harus dicari siapa yang menembakkan peluru tajam itu karena memang betul dari delapan yang meninggal tertembak itu, empat diautopsi dan hanya dua didapati pelurunya. Saya kira semua bisa meyakini bahwa itu pasti karena peluru tajam," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dia menambahkan, luka akibat peluru karet berbeda dengan peluru tajam. Kondisi itu menurutnya terlihat dari korban yang terkena peluru karet dengan dua orang yang dikatakannya terkena peluru tajam.

"Beberapa korban peluru karet kami lihat pelurunya hanya nempel di situ, tidak sampai membahayakan. Saya kira hampir bisa dipastikan dari peluru tajam, apalagi yang dua ditemukan peluru tajam," ujarnya.

Komnas HAM pun mendorong Kepolisian mengusut penyebab tewasnya sejumlah orang dalam insiden rusuh tersebut.

"Kalau cepat saja tapi kemudian kaidahnya dilanggar, tetap akan dipertanyakan oleh publik. Ini ada kaitan dengan citra polisi yang bukan hanya jaga tapi ditingkatkan. Citra profesionalisme polisi karena semakin profesional polisi ya semakin bisa menjamin demokrasi kita," tandasnya.

#KomnasHAM #Aksi22Mei
BERITA TERKAIT
32 Orang Hilang, Polri Persilakan Lapor
Usai Mabes, Amnesty Internasional Temui Kapolda
(Bongkar Kerusuhan 22 Mei) Amnesty Internasional Apresiasi Investigasi Polri
Polri: Penembak Aksi 22 Mei Bersenjata Glock 42
Eks Sekretaris KPU Pangandaran Terseret Korupsi
Warga Semarang Edarkan Obat Palsu ke 197 Apotek
Lilik Jalan Kaki Jogja-Jakarta Gantikan Amien Rais

kembali ke atas