NASIONAL

Kamis, 13 Juni 2019 | 19:25 WIB

Polisi Bekuk Sindikat Narkoba Libatkan WN Malaysia

Happy Karundeng
Polisi Bekuk Sindikat Narkoba Libatkan WN Malaysia
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Kantor Bea Cukai Tanjung Priok berhasil membekuk tiga orang anggota sindikat narkoba jaringan internasional.

Dari tiga orang yang dibekuk itu, 2 orang diantaranya adalah warga negara asing (WNA) asal Malaysia.

Dari tangan mereka disita 31, 794 Kg sabu yang disembunyikan dalam mesin Ice Maker. Sabu didalam mesin Ice Maker itu, dikemas dalam 30 bungkus kemasan teh cina. Nilainya diperkirakan lebih dari Rp 31 Miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan 3 orang anggota sindikat narkoba yang dibekuk pihaknya bersama tim Bea Cukai itu, adalah DW (WNI), MJ alias Gordon (WNA Malaysia), AT alias Jack (WNA Malaysia).

"Mereka ini adalah sindikat narkoba jaringan internasional. Sabu mereka kirim dari Malaysia dengan kapal laut. Untuk mengelabui petugas, sabu disembunyikan dalam mesin pembuat es atau mixer es dan dibungkus kemasan teh cina," kata Argo di Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis (13/6/2019) sore.

Argo menjelaskan pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini berawal dari informasi Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Jakarta Utara yang menyebutkan ada paket barang mencurigakan dari Malaysia yang dikirim lewat kapal laut, Selasa (28/5/2019).

Kemudian katanya Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro dibawah pimpinan Kasubdit 2 AKBP Dony Alexander dan Kanit 2 Subdit 2 Kompol Agung Wibiwo, menindaklanjuti informasi tersebut.

"Lalu berkordinasi dengan petugas Bea Dan Cukai untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap paket tersebut berupa mesin pembuat es atau Ice Maker," kata Argo.

Dari pemeriksaan paket diketahui dengan barang dikirim oleh pengirim dari Penang, Malaysia atau George Town dengan tujuan penerima CV Hitec Mac dan Parts Trading, di Jalan Halim Perdana Kusuma RT 3/RW 1 Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Tangerang.

"Dari pemeriksaan X-Ray terhadap mesin ice maker yang mencurigakan tersebut, tim menduga berisi narkoba," kata Argo.

Karenanya tim melakukan pengintaian terhadap pihak yang akan mengambil paket barang mesin pembuat es itu, Selasa (28/5/2019) untuk mengungkap dan membekuk anggota sindikatnya.

"Dari hasil penyelidikan diketahui paket barang akan diambil tersangka DW. DW ini sering melakukan pertemuan dengan 2 orang WNA Malaysia yakni tersangka AT dan MJ," katanya.

Maka pada tanggal 28 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 diketahui DW berada di PT Lautan Tirta Transporyana di Jalan Ende, Tanjung Priok , Jakarta Utara, yang merupakan Gudang Bea Cukai untuk melakukan pengurusan pengeluaran paket barang mesin pembuat es berisi sabu.

"Tim terus melakukan pengintaian," katanya.

Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB, paket barang diangkut dengan menggunakan truk menuju ruko di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

"Setelah barang paket tiba sekitar pukul 16.30 mesin diturunkan dan dimasukkan ke dalam ruko dengan diawasi oleh DW dan AT," ujar Argo.

Saat itulah polisi langsung menangkap DW dan AT alias Jack yang merupakan WNA Malaysia.

"Serta kita sita paket barang dari dalam gudang yang berisi 30 bungkus sabu yang dikemas bungkus teh di dalam mesin pembuat es," katanya.

Dari penangkapan keduanya polisi langsung melakukan pengembangan. "Dari keterangan AT alias Jack, mereka bekerja atas perintah MJ alias Jordan yang juga WNA Malaysia," katanya.

Berbekal informasi tersebut tim melakukan pengejaran terhadap MJ alias Jordan.

"MJ alias Jordan kami bekuk di Bandara Soekarno-Hatta. Ia hendak kabur ke Singapura," kata Argo.

Dari keterangan MJ ini mereka mengaku diperintah oleh AK alias Erick juga WNA Malaysia yang berada di Penang, Malaysia.

"Kami akan bekerja sama dengan polisi diraja Malaysia untuk membekuk Erick yang menjadi DPO kami saat ini," kata Argo.

Ketiga tersangka berikut barang bukti diamankan di Polda Metro Jaya. Mereka akan dijerat Pasal 113 Subsider 114 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) juncto 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dimana ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup dan denda paling sedikit Rp 1 Miliar serta paling banyak Rp 10 Miliar," kata Argo. [adc]

#Narkoba
BERITA TERKAIT
Dua Pemuda di gresik Ditangkap Saat Transaksi Sabu
38 Kilo Sabu Diamankan BNN-Bea Cukai di Kaltara
Nunung Konsumsi Sabu Setiap Pagi Sebelum Aktifitas
Nunung Pertama Kali Konsumsi Narkoba 20 Tahun Lalu
'Jamal Preman Pensiun' Ditangkap Bersama 3 Polisi
Pesta Sabu, 'Bos Jamal Preman Pensiun' Ditangkap
Jual Sabu ke Warung, Pria Ini Diciduk Polisi

kembali ke atas