MOZAIK

Selasa, 18 Juni 2019 | 02:25 WIB

Untuk yang Bersedih, Berkabung dan Menderita

KH Ahmad Imam Mawardi
Untuk yang Bersedih, Berkabung dan Menderita
(Ilustrasi)

SERING ada saat di mana kesulitan terus mendera hidup kita, kesedihan tak pernah pergi dari kisah harian hidup kita, musibah selalu muncul mengganggu kenyamanan yang ingin kita gapai. Kitapun mencari tahu langkah apa yang seharusnya kita lakukan agar semua hal yang tak nyaman itu pergi menjauh dari kita.

Para ulama psikologi Islam ternyata tidak menyarankan kita untuk larut dalam pikiran mendalam yang terus menerus akan masalah-masalah kehidupan itu karena, ternyata, semakin dipikir maka masalah itu akan semakin menghantui hidup kita, tersa semakin membesar dan menakutkan. Tidak pula disarankan untuk takluk pada masalah-masalah itu dengan terus menangis dan bersedih.

Masalah-masalah hidup itu hadir seringkali mengingatkan kita akan kelemahan kita. Yang paling dibutuhkan masalah bukanlah berpikirnya kita atas masalah itu, melainkan kemauan kita "memindahkan" masalah itu dari di bawah pengaturan kita kepada di bawah pengaturan Allah. Pasrahkan saja kepada Allah.

Bagaimana caranya? Salah satunya yang paling jitu adalah selalu mengucapkan kalimat hawqalah dengan kesadaran bahwa masalah kita itu kita pindahkan dari "urusan kita" menjadi "urusan Allah." Bacalah: Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

Akhirnya, berusahalah tersenyum menghadapi masalah itu. Kata Said Nursi: "Jika kau tersenyum atas masalah, masalah itu akan segera berubah wajah menjadi nikmat. "Tanpa disadari, masalah itu ternyata menghilang sendiri. Semoga masalah-masalah kita segera terselesaikan dan berubah wajah menjadi kenikmatan. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Generalist Vs Specialist: Mana Paling Dibutuhkan?
Menata Hati untuk Menjadi Manusia Penuh Ridho
Allah yang Tahu dan Kita Tidak Tahu
Akmos Theory: The Power of Action
Apakah Kita Sudah Masuk Golongan Tua?
Menuju Mulia Bahagia Hakiki
Ini Disebut Kesadaran atau Ketidaksadaran?

kembali ke atas