NASIONAL

Sabtu, 15 Juni 2019 | 15:02 WIB

Polisi Buru Dalang Pembakar Mobil Brimob di 22 Mei

Ivan Setyadhi
Polisi Buru Dalang Pembakar Mobil Brimob di 22 Mei
Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepolisian masih memburu dalang dibalik aksi pembakaran mobil Brimob saat aksi 21-22 Mei 2019 lalu di Jakarta.

Polisi sebelumnya sudah menangkap empat orang yang menjadi eksekutor pembakaran. Mereka yakni SI, DO, WN, dan DY.

"Kami masih kejar," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi, Sabtu (15/6/2019). Hengki mengatakan bahwa polisi telah mendapatkan identitas dan ciri pelaku yang diduga menyuruh pelaku bertindak rusuh saat aksi anarkis tersebut.

Hengki mengungkapkan para pelaku yang membakar mobil dan mencuri senjata milik anggota Brimob itu mendapatkan bayaran Rp 300 ribu per orang. Keempat pelaku tersebut diperintahkan seseorang untuk bertindak rusuh saat aksi 22 Mei.

"Jadi, ke sana bukan untuk berdemo, melainkan untuk rusuh dan menjarah," kata Hengki.

Sebelumnya, anggota Polres Metro Jakarta Barat membekuk empat pencuri yang menggondol sebuah pistol milik anggota Brimob dan uang operasional pasukan sebesar Rp 50 juta saat kericuhan 22 Mei.

Selain pistol jenis Glock 17 lengkap dengan 13 butir peluru, empat pencuri itu juga membawa kabur satu unit pelontar gas air mata. Keempat tersangka itu bukan kelompok pengunjuk rasa, melainkan orang yang berniat untuk melakukan kejahatan yakni menjarah barang milik pemerintah, terutama menyerang polisi.

Senjata api jenis pistol Glock 17 milik anggota Brimob tersebut diamankan dari tangan tersangka SI ketika dibekuk petugas di kediamannya, Bekasi Timur. Tersangka SI juga merupakan pelaku yang membawa lari uang operasional pasukan sebesar Rp 50 juta dan melakukan perusakan terhadap kendaraan Brimob. [adc]

#Aksi22Mei #Kerusuhan #Polri
BERITA TERKAIT
Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel
Polri: Pelaku Dipermalukan Novel di Kasus Korupsi
Polri Bentuk Tim Teknis untuk Ungkap Kasus Novel
TPF Ungkap Serangan ke Novel Bukan untuk Membunuh
Polri Sebut Tim Pakar Kasus Novel Periksa 73 Saksi
Kepada TNI/Polri, Jokowi: Tantangan Semakin Berat
Bareskrim Turut Investigasi Tim Pakar Kasus Novel

kembali ke atas