DUNIA

Senin, 17 Juni 2019 | 09:12 WIB

Nama Trump Hiasi Dataran Golan

Nama Trump Hiasi Dataran Golan
(Foto: AFP)

INILAHCOM, Golan--Nama Trump telah menghiasi menara apartemen, hotel dan lapangan golf. Kini namanya akan digunakan untuk nama permukiman kecil di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel.

Kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meresmikan nama baru daerah itu dengan nama Presiden Donald AS Trump, sebagai penghargaan atas pengakuan pemimpin AS itu atas kedaulatan Israel di wilayah itu. Demikian VOA, Senin (17/6/2019).

Pemberian nama ini tidak sepenuhnya baru. Daerah yang dikenal sebagai Bruchim ini telah berusia 30 tahun dan memiliki populasi 10 orang.

Israel berharap dengan mengganti nama daerah itu menjadi "Ramat Trump"--bahasa Hebrew untuk Dataran Tinggi Trump akan mendorong masuknya gelombang warga untuk memperluas daerah itu.

"Benar-benar indah," ujar Duta Besar ASuntuk Israel David Friedman, yang ikut menghadiri upacara itu. Merujuk pada ulang tahun Trump Jumat lalu (14/6/2019), ia mengatakan,"Saya kira tidak ada hadiah ulang tahun lain yang lebih tepat dan indah" dari ini.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam perang tahun 1967 dan mencaploknya pada tahun 1981. Sebagian besar masyarakat internasional menilai berdasarkan hukum internasional, tindakan itu ilegal.

Tetapi dalam lawatan Netanyahu ke Washington DC Maret lalu, beberapa minggu sebelum pemilu Israel, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengakui dataran pegunungan tinggi yang strategis itu sebagai wilayah Israel. Keputusan itu, yang terbaru dari serangkaian langkah diplomatik yang menguntungkan Israel, mendapat sambutan luas di negara itu. [voa/lat]

#trump #golan
BERITA TERKAIT
Trump Bertemu Tokoh Muslim Uighur dan Rohingya
Jemaah di New York Mengeluh Komentar Rasis Trump
Cuitan Trump Berbau Rasis Picu Masalah Baru
Inggris Selidiki Kawat Dubes Darroch Kecam Trump
Israel Hancurkan Rumah Palestina di Tepi Barat
Massa Bertopeng Serbu Stasiun Kereta di Hong Kong
Koalisi PM Abe Raih Mayoritas Pemilu Jepang

kembali ke atas