NASIONAL

Senin, 17 Juni 2019 | 12:29 WIB

KPK Periksa Calon Rektor IAIN

Ivan Setyadhi
KPK Periksa Calon Rektor IAIN
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN) dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk melenglapi berkas perkara mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy.

"KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah calon Rektor UIN sebagai saksi hari ini. Keterangan mereka dibutuhkan dalam perkara dengan tersangka Rommy," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).

Febri mengatakan keterangan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Syaifudin tersebut dibutuhkan untuk menjelaskan proses seleksi rektor UIN.

"Dibutuhkan keterangan sebagai saksi untuk menjelaskan proses seleksi rektor UIN yang pernah dijalankan," ujar Febri

Mereka para calon rektor UIN yang dipanggil memberikan kesaksian yakni, Prof Ali Mudlofir; calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Masdar Hilmy; calon rektor UIN Sunan Ampel Surabaya,

Prof Akh Muzakki; calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr Syarif; calon rektor IAIN Pontianak, Dr Wajidi Sayadi; calon Rektor IAIN Pontianak, Dr Hermansyah;calon rektor IAIN Pontianak, dan Prof Warul Walidin; calon rektor UIN Ar Raniry.

KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Rommy disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

Mantan Ketua Umum PPP itu diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Rommy mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut. [rok]

#KPK
BERITA TERKAIT
KPK Tempel Surat Pemanggilan Sjamsul di Singapura
KPK Buka Peluang Ajukan PK Terhadap Syafruddin
Farid Al Fauzi Tidak Penuhi Panggilan KPK
Hukuman Idrus Marham Diperberat Jadi 5 Tahun
Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel
192 Capim KPK Mulai Jalani Uji Kompetensi Hari Ini
KPK Kecewa Hasil Kerja Tim Pakar Bentukan Polri

kembali ke atas