OLAHRAGA

Senin, 17 Juni 2019 | 15:30 WIB

Hendry: Performa Jojo Alami Peningkatan Signifikan

Arif Budiwinarto
Hendry: Performa Jojo Alami Peningkatan Signifikan
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Jakarta - Pelatih tunggal putra PB PBSI, Hendry Saputra, menyebut Jonatan Christie mengalami peningkatan signifikan dalam sejumlah aspek permainan.

Jonatan tampil luar biasa di Asian Games 2018, ia mampu menyumbang medali emas dari nomor tunggal putra. Setelah itu, pebulutangkis yang akrab disapa Jojo malah mengalami penurunan performa.

Setelah gagal meraih satupun gelar juara dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, Jojo meraih gelar juara Australia Terbuka 2019 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting, dengan skor 21-17, 13-21 dan 21-14. Dalam perjalanannya, Jojo sempat mengalahkan sejumlah pemain top dunia seperti Lin Dan serta Chou-Tien Chen.

Hendry Saputra senang melihat performa Jojo di Australia Terbuka 2019. Di situ Hendry melihat pemain asuhannya itu mengalami banyak peningkatan sejumlag aspek permainan.

"Jonatan dalam kondisi fisik yang prima, dia itu memang staminanya harus bagus. Jonatan mainnya perlu durasi panjang, tempo lama, jadi awalnya itu dulu, teknik dan cara main saya lihat dia bisa lebih menguasai," ungkap Hendry Saputra dalam rilis yang diterima INILAHCOM, Senin (17/6/2019).

"Kedua, dari fokusnya Jonatan dan seberapa besar ambisinya untuk raih gelar. Tiga hal ini paling penting buat Jonatan. Kalau dibilang main lebih safe, memang kalau ketemu kompetitor dia, rata-rata memang sudah lebih safe."

"Dari beberapa stroke pukulan yang biasanya dia nggak yakin, sekarang lebih berani diterapkan dan menguntungkan, dari pukulan tipuan, atau ubah-ubah arah pukulan. Dari strategi pun sudah lebih baik," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Hendry berharap keberhasilan di Australia Open 2019 yang merupakan level super 300 tak lantas membuat Jojo puas. Pebulutangkis 21 tahun diharapkan semakin termotivasi bagi Jojo meraih hasil positif di kejuaraan dengan level yang lebih tinggi guna membuka jalan tampil di Olimpiade 2020.

"Saya rasa hasil ini cukup oke lah, di sebuah turnamen, nggak ada capaian yang lebih tinggi dari all Indonesian final. Bagi saya ini sudah oke, melebihi target, tadinya target salah satunya masuk final dan juara, tapi ini keduanya lolos."

"Kalau dibilang ini kan cuma super 300, nggak apa-apa juara super 300, sah saja, kan lagi mengejar poin untuk olimpiade. Misalnya ada pemain yang nggak ikut super 300 tidak apa-apa juga, tapi kalau pemain itu poinnya kurang, pasti nanti dicari juga turnamen super 300."

"Contohnya, Hendra (Setiawan)/(Mohammad) Ahsan yang juara All England ikut main di level super 300 boleh nggak? Ya boleh saja, kan lagi cari poin ke olimpiade. Tapi benar istilahnya bahwa Jonatan dan Anthony kalau di level super 300 memang sudah layaknya untuk juara," pungkas Hendry.

Pengumpulan poin olimpiade dimulai pada turnamen New Zealand Open 2019 pada bulan Mei lalu dan akan berakhir di turnamen Badminton Asia Championships 2020 pada bulan April mendatang.

Jonatan kini sudah mulai menjalani latihan di Pelatnas Cipayung untuk mempersiapkan diri jelang kejuaraan selanjutnya di Blibli Indonesia Open 2019 pada 16-21 Juli mendatang di Istora Senayan, Jakarta.

#JonatanChristie
BERITA TERKAIT
(Indonesia Open) Ini Target Jonatan di Indonesia Open 2019
(Indonesia Open) Jelang BIO, Tim Tunggal Putra Refreshing ke Bali
(Indonesia Open 2019) Tersingkir, Greysia/Apriyani Terpukul
Liliyana Natsir Sudah Move On dari Tontowi
(Indonesia Open 2019) Debut Jadi Penonton Bulutangkis, Ini Kata Liliyana
Ini Kunci Fajar/Rian Melaju ke Perempatfinal
One Pride Pro Never Quit Gelar Fight Night ke-30

kembali ke atas