NASIONAL

Selasa, 18 Juni 2019 | 06:00 WIB

BPN Sayangkan Kasus KPPS Wafat Menggantung

Ray Muhammad
BPN Sayangkan Kasus KPPS Wafat Menggantung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menilai proses dan tahapan Pemilu 2019 adalah yang terburuk setelah reformasi. Untuk itu, sudah seharusnya pihaknya menyampaikan gugatan ke MK.

Salah satu alasannya, kata dia, dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 500 lebih anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia saat proses rekapitulasi suara pasca pencoblosan.

"Dari banyak indikator termasuk wafatnya 500 lebih petugas KPPS, pada pemilu sebelumnya kita tidak pernah melihat itu," ujarnya, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Disamping itu, menurutnya soal kasus wafatnya petugas KPPS menggantung hingga saat ini. Ia sangat menyayangkan kasus ini yang terkesan dianggap sepele.

"Padahal banyak kelompok-kelompok LSM dan masyarakat yang menginginkan ini untuk terus diusut secara lebih jelas," tandasnya.

#Pemilu2019
BERITA TERKAIT
(Pemilu 2019) Perubahan Angka Form DA1 Tak Pengaruhi Hasil
KPU Kudus Siap Hadapi Gugatan Tiga Caleg di MK
Kantor BMKG dan Sekolah Nyaris Hancur di Jembrana
KPK Periksa Ketua Dewan Syuro PKB Lampung
KPK Bantu BPK Lawan Gugatan Sjamsul
Jokowi Lantik Perwira TNI-Polri di Istana
Lahan Bambu di Pamekasan Terbakar

kembali ke atas