TEKNOLOGI

Selasa, 18 Juni 2019 | 14:00 WIB

Google Bakal Tutup Pabrik Hardware di China?

Google Bakal Tutup Pabrik Hardware di China?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Beijing - Google memindahkan sebagian produksi perangkat keras mereka keluar dari China. Kebijakan tersebut dilakukan demi menghindari tarif yang lebih mahal sebagai imbas dari konflik antara AS dengan China.

Menurut sumber anonim, Google telah mengalihkan sebagian pembuatan perangkat termostat Nest dan server dari China. Selain itu, sebagian produksi perangkat motherboard juga telah dialihkan ke Taiwan.

"Google sudah mengalihkan sebagian besar produksi motherboard ke Taiwan, agar tidak dikenai tarif 25 persen. Tarif ini juga membuat produksi perangkat Nest miliknya ke Taiwan dan Malaysia," ungkap sumber tersebut.

Pemindahan ini dilakukan oleh perusahaan baik asing maupun lokal untuk menjauh dari China karena Presiden AS Donald Trump tengah berusaha untuk mengatur ulang perimeter untuk perdagangan dan manufaktur global.

Di sisi lain, Pemerintah China juga menunjukkan tanda-tanda yang semakin kuat juga untuk menekan korporasi asal AS, seperti Ford Motor Co. hingga FedEx Corp.

Hal tersebut kemudian membuat perusahaan asal AS yang semula menggunakan jasa perakitan di China untuk mencari alternatif negara lain sebagai perakit.

Foxconn sebagai perakit iPhone pun turut terkena imbas. Mereka mengatakan siap untuk memindahkan semua produksi ke luar China jika Apple meminta.

Google pun kini tengah berada dalam posisi yang dilematis seiring dengan meningkatnya ketegangan antara AS dengan China. Ditambah lagi dimasukannya nama Huawei oleh Pemerintah AS ke dalam 'daftar hitam' yang membuat situasi semakin memanas.

#Google #pabrik #China
BERITA TERKAIT
China Awasi Turis Asing Melalui Ponsel yang Dibawa
VW Siapkan 14 Model Baru Mobil Listrik di China
Apple Bakal Bikin iPhone Khusus untuk Pasar China?
Melihat Pembuatan Biskuit Whoopie Pie di Pabrik
Berbagi GIF Kini Dimudahkan dengan Google Images
iPhone Meledak dan Bakar Isi Apartemen di China
Soal Teleskop, Polisi-Demonstran Siap Bentrok

kembali ke atas