PASAR MODAL

Selasa, 18 Juni 2019 | 14:17 WIB

Kenapa Investor Saham MNCN Panic Selling?

Wahid Ma'ruf
Kenapa Investor Saham MNCN Panic Selling?
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pada perdagangan sesi kedua Senin (17/6/2019) kemarin secara tiba-tiba dua saham utama group MNC, MNCN dan BMTR terjun bebas. Pada akhirnya kedua saham ini ditutup dalam posisi Auto Reject Bawah, masing-masing turun 25%.

"Kita juga bisa dilihat sebelumnya tidak terjadi apa-apa di saham ini, sampai jam 2 siang Senin kemarin, saham ini hanya terkoreksi wajar pasca kenaikan luar biasa yang terjadi di saham ini beberapa minggu terakhir," kata analis saham, Argha J Karo Karo seperti mengutip dari creative-trading.com.

Namun di sekitar jam 14.50 kemarin secara tiba-tiba saham MNCN turun tanpa henti dan akhirnya tutup di level auto reject bawah. Penurunan ini langsung menarik perhatian banyak investor dan media. Para awak media langsung sibuk membuat berita dan menanyakan apa yang terjadi di saham ini.

"Saya pribadi mendapat pertanyaan mengenai apa yang terjadi dengan karena saham MNCN memang menjadi salah satu saham yang sering kami bahas dalam 1 minggu terakhir di channel Creative Trader, jadi cukup wajar jika pihak media massa langsung mencari saya untuk menanyakan apa yang terjadi dengan saham ini."

Alternatfnya adalah googlng mencari berita mengenai MNCN, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di saham-saham Group MNC ini.

Salah satu berita mengatakan penurunan ini disebabkan karena perundingan dengan Vivendi yang sampai sekarang belum selesai. Jika dibaca baritanya kemungkinan alasan ini hanyalah salah satu kretivitas para analis sekuritas yang memang memiliki keahlian dan bahkan sertifikat untuk mencari alasan. "Karena pada prakteknya alasan tersebut sama sekali tidak menjelaskan kenapa saham-saham MNC tiba-tiba turun jam 3 sore kemarin."

Karena deal MNC dengan Vivendi juga belum selesai pada pekan lalu, dan juga belum selesai 2 pekan lalu namun harga MNCN malah terus naik pada periode tersebut. Bahkan sampai jam 2 siang kemarin siang masih belum selesai. "Namun tidak ada apa-apa yang terjadi, lalu apa penjelasannya kenapa di jam 3 sore tiba-tiba saham MNCN terjun bebas?"

Jadi apa penyebab sebenarnya penurunan saham MNCN? "Jawabannya sebenarnya sangat simple, karena sejak jam 14.50 kemarin secara tiba-tiba Investor Asing jualan besar-besaran dan tanpa henti, sehingga harga MNCN terus turun. Hanya itu penyebabnya."

Menurut Argha, itu adalah inti dari bursa saham, harga akan turun ketika ada pemain besar yang jualan dalam jumlah besar. "Harga akan naik ketika ada pemain besar beli dalam jumlah besar."

Namun pertanyaan pentingnya bukan kenapa harga MNCN tiba-tiba jatuh, namun kenapa Investor Asing tiba-tiba jualan?

"Kami sering membahas bahwa investor asing memiliki kebebasan penuh untuk menggerakan harga saham yang mereka BANDARI sesuai keinginan mereka, kejadian saham tiba-tiba ARB seperti MNCN ini sebenarnya bisa mereka lakukan setiap saat, di semua saham yang dibandari asing. Bahkan kalau MNCN mau dibuat Auto Reject Bawah sekali lagi, atau 2 kali lagi pun itu murni keputusan investor asing," jelasnya.

Namun tentunya investor asing bukanlah orang yang kerjanya menaik-turunkan harga seenak mereka tanpa mempertimbangkan mereka akan untung atau rugi.

Dan jika melihat grafik foreign flow di saham MNCN di atas kita bisa melihat kalau memang benar ada aksi jual besar-besaran di MNCN pada perdagangan sore kemarin, total penjualan asing sebesar Rp55,6 miliar dan outflow tersebut adalah yang terbesar dalam dua tahun terakhir.

Aksi Ambil Untung?
Harga MNCN sebelumnya sudah naik signifikan disertai terus masuknya investor asing, namun aksi jual kemarin sulit dikategorikan sebagai aksi profit taking. Sebab, kalau asing hendak jualan, caranya seharusnya tidak seperti perdagangan Senin kemarin.

Aksi profit taking yang wajar harusnya dilakukan secara perlahan, dan harganya dijaga supaya asing bisa jualan di harga tinggi, dan investor lokal yang menjadi sasarannya tidak panik dan kabur.

Dan prinsip-prinsip jualan tersebut jelas tidak digunakan dalam aksi jualan kemarin, aksi jual dilakukan secara tiba-tiba, di sore hari, dan harga pun langsung auto reject bawah. "Jika kita menggunakan sistem Foreign Flow Pro dan menghitung average pembelian asing ketika harga naik, dan jumlah yang dijual kemarin maka kita akan mendapat bayangan lebih jelas mengenai betapa anehnya aksi jual yang terjadi kemarin," paparnya.

Grafik intraday saham MNCN pada perdagangan kemarin menunjukan betapa extremenya penurunan tiba-tiba saham Group ini.

Sebagai perbandingan masa akumulasi asing di MNCN dimulai pada tanggal 28 Maret 2019 lalu sampai hari Jumat (14/6/2019) pekan lalu. Dalam periode tersebut investor asing melakukan pembelian sebesar Rp299 miliar, dan dalam periode akumulasi tersebut saham MNCN naik sekitar 70% dari dari Rp750 ke Rp1.300 per saham.

"Dan dengan sistem Foreign Flow kita bisa menghitung kalau average pembelian asing pada periode tersebut ada di kisaran Rp1.035/saham."

Sementara kemarin asing melakukan penjualan Rp55 miliar, dan average penjualannya ada di level Rp1.120 per saham. Walaupun, investor asing masih untung jika hanya menghitung menjualan kemarin.

Sebab, mereka beli di 1.035 dan jualan di 1.120, namun kita juga tidak boleh lupa bahwa saat ini harga MNCN sudah di 975, sementara masih ada Rp244 miliar lagi saham MNCN yang dibeli sejak tanggal 28 Maret lalu yang belum terjual.

Artinya, kalau harga MNCN tidak dinaikan dulu, maka setiap lot yang dijual asing per hari Selasa ini, sudah merupakan aksi cut loss. Hal ini menunjukan dengan jelas bahwa aksi jual yang terjadi kemarin jelas bukan merupakan aksi profit taking yang wajar, dan lebih mirip aksi panic selling. "Namun sebagai investor ritel, atau analis sekuritas kita umumnya belum akan diberi tahu apa penyababnya," jelasnya.

"Namun meskipun kita belum tahu, tidak ada salahnya kita dalam posisi siaga, dan terus memperhatikan pergerakan saham ini, terutama bagi kita yang masih punya saham ini, karena kedepannya kita melihat asing sampai melakukan aksi cut loss di saham ini, tentunya ada sesuatu yang cukup mengkhawatirkan mereka, jadi tidak ada salahnya, kita pun ikut khawatir."

Namun terkadang ada hal lain yang bisa terjadi, yang tidak seburuk apa yang kami bahas di atas, aksi jual asing kemarin tersebut mungkin juga dilakukan oleh salah satu institusi asing yang tidak terafiliasi dengan para investor asing yang menjadi bandar MNCN.

Jadi pergerakan mereka tidak ada hubungannya dengan aksi akumulasi yang terjadi sejak akhir bulan maret lalu. Aksi tersebut hanya aksi individual memanfaatkan kenaikan harga MNCN.

Kondisi ini, jelas skenario yang lebih baik bagi kita yang masih memegang saham MNCN, dan jika belajar dari kejadian dalam beberapa tahun terakhir. Jika hal ini yang terjadi maka aksi jual akan berlansung hanya 1-2 hari saja.

Namun setelahnya akan terjadi inflow kembali di saham ini, yang dilakukan oleh para investor asing yang sama, yang sebelumnya sudah meng-akumulasi saham ini.

"Sebagai investor lokal kita tidak bisa mengatur apa yang dilakukan asing. Namun paling tidak kita bisa mengikuti pergerakan mereka, kami harap penjelasan di atas dapat membantu anda dalam mengikuti pergerakan mereka ke depan."

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect #MNCN
BERITA TERKAIT
Aturan Baru IMO Bisa Tekan Pasar Minyak Berjangka
Bursa Saham AS Berpotensi Positif
Inilah Pemicu Penguatan Bursa Saham Asia
IHSG Berhasil Naik 0,7% ke 6.418,234
(Kuartal II 2019) PDB China Terendah dalam 27 Tahun Terakhir
Bursa China Coba Hijaukan Pasar Saham Asia
Bursa Sydney Bisa Bebani Pasar Saham Asia

kembali ke atas