PASAR MODAL

Selasa, 18 Juni 2019 | 15:11 WIB

Inilah Rincian Rencana IPO PT Hensel Davest

M Fadil Djailani
Inilah Rincian Rencana IPO PT Hensel Davest

INILAHCOM, Jakarta - PT Hensel Davest Indonesia Tbk siap melakukan panawaran umum perdana saham (IPO) maksimal 381.17 saham dengan harga penawaran awal Rp396-Rp525 per saham.

"Harga penawaran awal saham IPO Hensel Davest sekitar Rp396-Rp525 per saham," kata Associate Direktor Head of Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Sementara menurut Direktur Utama Hensel Davest, Hendra David, perseroan merupakan perusahaan di bidang pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce) serta pendistribusian produk digital.

Dia menyebutkan, jumlah saham yang dilepas ke publik tersebut setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Pada aksi korporasi ini perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Lebih lanjut, Hendra menambahkan periode bookbuilding pada aksi korporasi ini pada 17-24 Juni 2019 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 12 Juli 2019.

Dia mengungkapkan, sebesar 65 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja di bisnis prepaid listrik dan biller pada aplikasi DavestPay yang menyasar segmen business to business (B2B). Peningkatan modal kerja di DavestPay ini terkait akuisisi merchant berupa UMKM dan individu.

Sedangkan, sebesar 25 persen akan dimanfaatkan untuk pembelian bangunan sebagai media operasional Perseroan. Sisanya sebesar 10 persen akan digunakan untuk meningkatkan teknologi informasi .

"Perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi di era digital tentu menjadi tantangan sekaligus potensi pasar yang menjanjikan untuk perusahaan berbasis e-commerce, terlebih lagi kita akan memasuki revolusi industri 4.0," papar Hendra.

Hendra memperkirakan, ekonomi digital Indonesia akan bertumbuh menjadi USD78,8 miliar dari sebelumnya di 2015 yang hanya USD7,8 miliar. "Pertumbuhan terbesar adalah sektor e-commerce dan teknologi finansial (fintech)," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Hensel Davest, Daniar Akhmad Akhiri menyebutkan per 12 Juni 2019 perolehan pendapatan mencapai Rp4,1 triliun dengan laba bersih senilai Rp8,3 miliar. [hid]

#IPO2019 #IPO #HenselDavest
BERITA TERKAIT
Catatan Sepekan, 11 Perusahaan Melantai Bursa
Bisnis Fintech, PT Hansel Rangkul 220.000 Marchant
PT Hensel Davest Raih Dana IPO Rp200 M dari IPO
Jadi Emiten, Saham HDIT Naik 49,52%
APEI Desak OJK Perketat Saham IPO Auto Reject
Perusahaan Besar Tak Butuh Pasar Modal?
Perusahaan Kecil Saja Berani IPO, Yang Besar Mana?

kembali ke atas