NASIONAL

Selasa, 18 Juni 2019 | 19:07 WIB

Evaluasi Arus Mudik, Polri Usul Rest Area Khusus

Muhammad Yusuf Agam
Evaluasi Arus Mudik, Polri Usul Rest Area Khusus
Kakorlantas Polri, Irjen Refdi Andri (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Korlantas Polri menggelar video conference (Vicon) bersama jajaran Dirlantas Polda se-Indonesia serta Kementrian Perhubungan dan Jasa Marga. Vicon digelar untuk mengevaluasi mudik-balik lebaran 2019.

Beberapa evaluasi yang dibahas dalam Vicon ini diantaranya angka kecelakaan yang menurun 65 persen dibanding mudik 2018 dan berharap bisa diturunkan lagi pada tahun berikutnya.

"Jadi mudah-mudahan dengan laka lantas yang turun hampir mendekati 65 persen dibanding dengan tahun lalu termasuk yang luka berat dan ringan jadi acuan kita untuk bekerja lebih keras lagi. Semestinya laka lantas tidak terjadi, mestinya tidak ada korban, apalagi meninggal dunia. Di tahun ini masih ada angkat itu, di tahun depan kita berkomitmen yang terbaik," kata Kakorlantas Polri, Irjen Refdi Andri di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Selanjutnya, Refdi juga mengevaluasi rest area yang terus menjadi biang kemacetan setiap kali arus mudik-balik lebaran. Polri menurut Refdi akan mengusulkan adanya rest area khusus.

"Kita harap pengelolaan rest area menjadi lebih baik.Tadi juga sudah saya sampaikan mungkin bisa kita tetapkan jarak tertentu ada juga rest area tertentu yang hanya menyiapkan item tertentu. Bisa saja 50 km yang disiapkan di sana itu adalah bahan bakar. Kemudian ada top up kartu elektornik. Ada pelayanan kerusakan ringan, toilet, dan lain-lain," ucap Refdi.

Refdi mengatakan penerapan rest area khusus ini bisa menjadi solusi agar masyarakat punya banyak pilihan rest area. Rest area khusus ini juga maksudnya agar masyarakat nantinya bisa memilih hendak mengisi BBM saja atau hendak istirahat atau makan.

"Kalau kita lihat pergerakan masyarakat kita khususnya yang (arus) balik itu mereka siap dengan makanan minuman ringan. Tetapi kan tidak membawa bbm dengan tangki yang ada. Tidak ada dalam jeriken. Makanya harus full tank. Kalau ini bisa kita lakukan maka akan membantu itu. Jadi masyarakat yang ada di sana tujuannya hanya isi bbm, istirahat sebentar, melanjutkan perjalanan," sambung dia.

Selain itu, Refdi juga menyoroti pemudik yang berpindah jalur saat arus satu arah atau one way diberlakukan pada arus mudik dan balik lebaran 2019. Refdi mengaku akan mengevaluasi agar kejadian tersebut tak terulang karena bisa membahayakan pengendara lain.

"Memang jalan yg baik dan yang aman itu semua menjadi lengkap. Pertama rambunya, markanya, penerang jalannya, kemudian cahaya memberikan refleksi atau reflektor ya. Sehingga siapapun yang bergerak pada ruas jalan itu akan tahu bahwa ini adalah pembatasnya. Kemudian median jalan, ini menjadi penting dan mudah-mudahan apa yang terjadi ini walaupun kita berduka dapat kita lakukan pengkajian dengan lebih baik lagi," jelas Refdi. [adc]

#Polri #ArusMudikLebaran
BERITA TERKAIT
Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel
Polri: Pelaku Dipermalukan Novel di Kasus Korupsi
Polri Bentuk Tim Teknis untuk Ungkap Kasus Novel
TPF Ungkap Serangan ke Novel Bukan untuk Membunuh
Polri Sebut Tim Pakar Kasus Novel Periksa 73 Saksi
Kepada TNI/Polri, Jokowi: Tantangan Semakin Berat
Bareskrim Turut Investigasi Tim Pakar Kasus Novel

kembali ke atas