NASIONAL

Selasa, 18 Juni 2019 | 19:24 WIB

KPK Ingatkan Ditjenpas Soal Perbaikan Lapas

Ivan Setyadhi
KPK Ingatkan Ditjenpas Soal Perbaikan Lapas
Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait perbaikan Lapas.

KPK dak Ditjenpas sepakat melakukan perbaikan tata kelola lapas pasca terbongkarnya praktik korup jual beli fasilitas lapas di Sukamiskin Bandung.

Ada tiga poin yang diminta KPK untuk segera ditindaklanjuti Ditjenpas.

Pertama, perihal pemindahan narapidana korupsi ke Lapas Nusakambangan. Ditjenpas dan KPK telah membahas beberapa nama koruptor yang akan dijebloskan ke Lapas 'penjahat kelas kakap tersebut'.

"Usulan nama narapidana korupsi yang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Kedua, kata Febri, terkait revisi peraturan menteri tentang remisi yang telah direview KPK. Aturan tentang remisi yang ada sekarang dinilai KPK berpotensi transaksional.

"Ketiga, evaluasi pedoman teknis sistem permasyarakatan," kata dia.

Menurut Febri, wacana aksi ini telah disusun pihak Ditjenpas bersama dengan tim pencegahan KPK. Lembaga Antirasuah mengingatkan Ditjenpas untuk segera merealisasikan poin-poin tersebut.

"Hal ini perlu agar upaya perbaikan Lapas tetap berjalan terus dalam koridor yang semestinya," ucap dia.

Febri mengatakan dari kajian yang dilakukan bersama dengan Ditjenpas, pemindahan terpidana korupsi ke Nusakambangan bisa dilakukan sesegera mungkin tanpa harus menunggu pembangunan Lapas baru. Mengingat, masih ada beberapa sel yang kosong atau belum dipakai.

"Dalam kondisi saat ini tidak harus menunggu pembangunan Lapas baru di Nusakambangan untuk pemindahan tersebut. Karena sejumlah sel di sana masih belum digunakan," pungkasnya.

#KPK #Ditjenpas
BERITA TERKAIT
KPK Diminta Kaji Soal Dugaan Korupsi PT KBN
Taufik Kurniawan Divonis 6 Tahun Bui
KPK Kembali Panggil Adik Nazaruddin
KPK Periksa Pejabat Pengadilan Tinggi Jakarta
Putusan MA Syafruddin Jadi Acuan Kasus Sjamsul
13 Tas Penuh Uang Disita dari Rumah Gubernur Kepri
KPK Cegah Saksi Penting Dikasus Bowo

kembali ke atas